in

Meski Diadang Hujan Deras dan Tebing Terjal, Pasukan TNI Ini Terus Bergerak

JAKARTA – Tugas tentara itu berperang dalam menjaga kedaulatan negara. Karenanya, harus siap dikerahkan dalam kondisi apapun.  Mau hujan badai, atau panas menyengat, tentara harus siap jalankan tugas.

Kesiapan itu pula yang diperlihatkan Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL dari Pos Fohululik, Fatubesi, Lookeu, Lookeu, Nunura, Asumanu, dan Turiskain. Di tengah musim hujan, di mana hujan deras kerap mengguyur, para prajurit penjaga tapal batas negara ini tetap bergerak melaksanakan tugas.

Hujan deras dan tebing terjal, bukan halangan bagi para prajurit TNI ini dalam mengamankan setiap jengkal perbatasan negara. Menurut Dansatgas Yonif Raider Khusus 744/SYB, Letkol Inf Alfat Denny Andrian, meski sedang musim hujan, para prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL dari Pos fohululik, Fatubesi, Lookeu, Lookeu, Nunura, Asumanu, dan Turiskain,  secara serentak melaksanakan patroli rutin di sepanjang garis batas negara.

“Patroli ini  guna memastikan kondisi patok batas negara dalam kondisi baik dan semestinya,  sekaligus menghindari terjadinya aktivitas ilegal. Seperti halnya telah dilakukan oleh Pos Fohululik yang melaksanakan patroli rutin di kawasan Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu,” kata Letkol Alfat.

Ditegaskannya pula, patroli yang dilaksanakan anggota Pos Fohululik sudah menjadi kewajiban bagi setiap pasukan pengaman perbatasan. Apapun keadaannya, mau hujan teras dan medan yang terjal harus tetap dilaksanakan.

“Meskipun medan yang dilalui cukup berat terutama yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi di bulan Desember ini sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI tidak alasan bagi mereka untuk tidak melaksanakan patroli pengecekan patok batas negara,” tegas Letkol Alfat.

Patroli sepanjang garis batas negara ini, kata dia, dilakukan untuk memastikan keadaan patok tidak bergeser ataupun rusak. Karena bisa saja patok rusak  oleh faktor alam ataupun ada kesengajaan akibat ulah manusia itu sendiri.

“Seperti misalnya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan tertentu yang mengancam kedaulatan negara. Di daerah perbatasan RI-RDTL, daerah geografis patok yang dikelilingi tebing-tebing tinggi berkemungkinan besar patok akan tertimbun akibat pergeseran tanah longsor yang diakibatkan hujan deras terus menerus seperti sekarang ini,” tuturnya.

Wadanpos Fohululik, Serda Hutamir menambahkan, memang ada patok yang tertimbun tanah sampai setengah badan patok itu sendiri. Dan ada patok yang tertutup pohon ranting pohon.

“Di saat patroli, kami menemukan beberapa kondisi patok yang tertimbun sampai setengah badan patok dan ada yang hilang karena tertimbun longsoran, dan kami menandainya dengan memasang Bendera Merah Putih,” kata Hutamir.

Kondisi patok ini,  kata Hutamir, selanjutnya dilaporkan  ke Komandan Satgas. Sehingga bisa cepat direspons dan segera ditangani. “Misalnya seperti dibangunnya patok yang baru sesuai koordinat letak patok itu,” katanya. ags/N-3

What do you think?

Written by Julliana Elora

Mengenal Vaksin Sinochem, Salah Satu Harapan yang Ditunggu Masyarakat

Presiden Sampaikan Sambutan pada Peringatan Hari HAM secara Virtual