in

Meski Kesultanan Palembang Darussalam dan Kesultanan Turki Usmani Miliki Hubungan,Namun Datanya Masih Samar

BP/DUDY OSKANDAR
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn

Palembang, BP
Palembang sejak dulu melalui Kesultanan Palembang Darussalam ternyata memiliki hubungan erat dengan Kesultanan Palembang, sayang hingga kini data yang jelas mengenai hubungan antara Kesultanan Palembang dan Kesultanan Turki Usmani masih samar terlihat.
“ Ketika kita menjadi Kesultanan Palembang Darussalam tahun 1666 kita berkiblat kesana, saat kita memerdekan diri dan lepas dari protektoratnya Mataram,” kata Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn , Jumat (9/8).
Menurutnya dalam struktur bangunan di Kesultanan Palembang mirip dengan struktur bangunan Kesultanan Turki ketika berperang.
“ Arah bomnya mirip seperti Turki , apakah kita dapat bantuan ilmu berperang dari sana (Kesultanan Turki) atau gimana, karena posisi meriam kita itu mirip dengan posisi meriam di Kesultanan Turki Usmani, ketika berperang dengan Belanda posisi harus melintang meriam mengarah itu seperti yang dari Turki ,” katanya.
Diakuinya kalau lebih jauh hubungan Kesultanan Palembang dengan Kesultanan Turki menurutnya masih diselidiki kembali.
“ Karena banyak missing link di Palembang yang belum terungkap, kalau zaman dulu Kesultanan itu bukan cuma dengan Belanda saja , dengan Spanyol, kita koin-koin emas Spanyol, Belanda dulu dari luar banyak  juga,  cuma karena kondisinya, karena seperti itu  banyak tidak terungkap,” katanya sembari mengatakan, kedepan perlu ada kajian dan diskusi terkait hubungan Kesultanan Turki Usmani dengan Kesultanan Palembang Darussalam.
Sedangkan Ketua Program Studi (S3) PI PPs UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Muhammad Adil, MA menjelaskan di masa Kesultanan Turki Usmani di pimpin Sulaiman Khan , Kesultanan Palembang menjalin hukungan dengan Turki.
“Kalau bersumber naskah cuma menyebut itu saja, kita tidak dapat data bentuk hubungan seperti apa dengan Turki Usmani,” katanya sembari mengatakan hal tersebut menarik untuk di kaji lebih lanjut.
Dosen UIN Raden Fatah Ahmad Syukri melihat saat menerapan PAN Islami, Kesultanan Turki Usmani dinilainya masih memantau Palembang hal ini bisa di dilihat di buku Jeroen Peter tentang gerakan kaum tua dan kaum muda di Palembang (1988).
“ Jaringan orang Turki ini lewat kelompok-kelompok Sayid ini, karena jaringan Sayid ini luas, bukan cuma di Nusantara saja,” katanya.
Diakuinya data data Aceh yang berhubungan dengan Kesultanan Turki Usmani datanya masih ada dan tidak di rampok pejajah, sedangkan Palembang datanya di rampok semua oleh penjajah.
“ Pernah itu pernah heran kenapasaat menyerang Palembang ini bentuk serangan meriam Palembang sama dengan serangan Turki, ini pasti Kesultanan Turki yang mengajari dan senjata meriam besar-besar bukan buatan sini, tapi meriam besar banyak di bawa ke Belanda yang ada di Palembang hanya ada meriam kecil-kecil saja,” katanya.
Menurutnya orang yang membuat meriam itu pastilah orang mendapatkan pendidikan militer dari Kesultanan Turki Usmani.
“Data kita ini yang terbatas ,” Keluhnya.#osk

What do you think?

Written by Julliana Elora

Tim bola voli putri DKI jakarta akan bersua Jawa Tengah dalam final

Dishub OKU rekayasa Jln Yos Sudarso atasi kemacetan kendaraan