in

Nia Dinata sampaikan pesan tentang kehidupan di “Turut Berduka Cita”

Jakarta (ANTARA) – Sutradara Nia Dinata mengungkapkan dirinya berusaha menyampaikan pesan tentang kehidupan melalui series original pertamanya yang berkolaborasi dengan WeTV berjudul “Turut Berduka Cita”.

Melalui series yang dikemas dalam genre komedi satire itu, Nia Dinata mengingatkan bahwa satu hal yang pasti dalam kehidupan di dunia ini hanyalah kematian.

Baca juga: Alasan Nia Dinata pilih artis papan atas bintangi “Turut Berduka Cita”

“Jadi di balik komedi ini, ada hal yang cukup filosofis bahwa yang pasti dari kehidupan ini adalah kematian. Jadi mengingatkan juga bahwa saat menjalani hidup ini kita harus siap dengan yang pasti ini,” kata Nia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Nia mengatakan, “Turut Berduka Cita” akan memperlihatkan suasana duka sejak episode pertama. Namun, dia berusaha mengajak penonton untuk melihat dari sisi lain yang bisa membangkitkan tawa.

“Semua sudah berduka di episode satu. Tapi karena satire, dukanya dilihat dari sisi yang justru bisa membuat tertawa bersama. Kita semua pernah merasakan ketika ada anggota keluarga yang dituakan meninggal, kita sedih. Tapi akhirnya menerima, ikhlas, dan bisa tertawa,” ujar dia.
 

Selain itu, lanjut Nia, penonton juga akan mendapatkan banyak pelajaran melalui penggambaran seluruh karakter yang muncul di series “Turut Berduka Cita”.

Baca juga: WeTV sajikan komedi satire lewat series “Turut Berduka Cita”

“Pak Rauf kita gambarkan sebagai pebisnis yang selalu bisa memenuhi kebutuhan anak dan menantunya. Kemudian si nenek tidak hanya mencontohkan wisdom zaman dulu, tapi juga banyak membuka mata anggota keluarganya bahwa hidup itu harus dinikmati,” tutur Nia.

“Turut Berduka Cita” merupakan series dengan dark comedy pertama yang hadir di WeTV. Cerita dimulai dari kematian Rauf Affan, seorang pebisnis yang berpengaruh di masyarakat sekaligus bapak dari tiga anak dan tiga cucu.

Hari pertama, ketiga, ketujuh, dan ke-40 setelah kematian Rauf adalah saat-saat krusial untuk menguak rahasia dan perasaan terdalam dari masing-masing anggota keluarga yang ditinggalkan. Mulai dari istri mudanya versus anak-anak perempuannya, menantunya yang mencalonkan diri jadi gubernur, cucunya yang merupakan atlet sepakbola, hingga anak bungsu laki-lakinya yang tak kunjung pulang.

 

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

What do you think?

Written by Julliana Elora

Menteri ESDM: MoU Kerja Sama Energi Indonesia – Singapura Payungi Pengembangan EBT

“First look” film thriller “Inang” angkat misteri Rabu Wekasan