in

Orasi Lelaki Bisu

Tepat pukul 16.00WIB. Seorang lelaki paruh baya yang memakai jas dan dasi, naik ke atas panggung. Langkahnya pasti–bersebab tadi malam ia sudah menonton televisi yang menayangkan Surya Paloh berpidato di depan ribuan kader partainya–

Setiba di atas panggung, ia menatap kiri dan kanan. Kemudian menarik nafas dan selanjutnya menghembuskan secara perlahan. Ia mengetuk mikrofon dengan sentuhan lembut. Tueengg!

Sekali lagi ia menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan.

Lima puluh menit kemudian, ia pun beraksi di atas panggung. Tangannya naik turun. Sesekali tinju dikepal ke udara. Kakinya juga sempat beberapa kali sempat memperagakan gaya sepak pinalti. Namun ada yang ganjil. Sepanjang ia beraksi, yang keluar hanya suara huruf vokal tanpa konsonan.

“Aaaaaaaaaaaaa, eeeeeeeeeee, ooooooo, aaauuuuuuiiiiiiiii!.” Penonton–setelah dipancing oleh pemandu sorak– bertepuk tangan riuh rendah. Lelaki bisu itu kegirangan. Ia memang tidak mendengar suara tepukan, karena lazimnya orang bisu yaitu diikuti oleh penyakit tuli. Ia hanya mampu melihat gerakan telapak tangan yang saling berciuman. Selebihnya, kosong.

Ia turun panggung dengan elegan. Senyum terpancar di wajahnya yang tirus. Sang juru bicara, esoknya muncul di koran dengan Judul: Teungku Beurahim, Calon Brilian Harapan Rakyat.

Tim media sosial Teungku Beurahim pun muncul dengan berbagai tulisan. Si Mexico menulis di dinding fb: Teungku Beurahim adalah pilihan. Dicintai rakyat karena cerdas, alim, peduli, pro ini itu serta berasal dari kampung. Hanya ini pilihan rakyat, yang lain, ke laut aja.

Si Klimit menulis: Teungku Beurahim adalah titisan Sultan Agung. Ia adalah orang yang akan mampu membawa negeri ini berdaulat.

Si Krip menulis: Yang tidak coblos Teungku Beurahim, Keluar dari sini!

Teungku Beurahim , ketika membaca koran dan membaca fb, pun bingung. Dalam hati ia bergumam “Sepertinya kemarin saya tidak menyampaikan apapun. Saya hanya mengulang huruf vokal saja dengan cara berteriak. Kenapa terjemahnya bisa seperti ini?.”[]

Komentar

What do you think?

Written by virgo

Keuangan Inklusi Perjuangan Melawan Kesenjangan

Pasar di Kepulauan Seribu Mulai Dibangun Tahun Depan