in

Pangdam: aparat intelijen harus mampu baca situasi

Palembang (Antarasumsel.com) – Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Sudirman meminta aparat intelijen harus mampu membaca situasi guna mendeteksi dini permasalahan yang akan timbul.

Selain itu aparat intelijen harus memiliki kepekaan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kata Pangdam dalam sambutannya yang dibacakan Kasi intel Korem 044 Garuda Dempo, Letkol Inf Edi Anto saat penutupan latihan satuan pemantapan intelijen di Palembang, Selasa.

Menurut Pangdam, saat ini potensi konflik bisa saja terjadi karena meningkatnya suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah serentak, termasuk juga masalah penyalahgunaan narkoba dan terorisme yang harus selalu diantisipasi.

Oleh karena itu aparat intelijen harus memiliki ketajaman dan selalu mengamati gelagat yang mencurigakan, ujar dia.

Dia juga minta aparat intelijen harus mampu menyajikan informasi kepada pimpinan secara cepat, tepat, akurat dan profesional.

Selain itu seluruh aparat intelijen harus melaksanakan tugasnya secara profesional, dengan cara meningkatkan kemampuan deteksi dan cegah dini.

Namun, lanjut dia, lebih penting juga melapor cepat terhadap perkembangan  situasi yang terjadi khususnya yang dapat menimbulkan konflik.

Latihan pemantapan intelijen yang  berlangsung selama 14 hari itu merupakan bentuk ujian meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas.

Melalui peningkatan kemampuan aparat intelijen itu maka akan semakin memantapkan dan menumbuhkan naluri serta mengembangkan metode, teknik dan taktik, tambah dia.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

What do you think?

Written by virgo

TNI : Aksi 2/12 tetap tunjukkan Islam damai

Tinggalkan Budaya Priyayi, Korpri Go Digital