in

Pegadaian Medan Siapkan Dana Rp 2,5 Triliun  

MEDAN (Berita): PT Pegadaian (Persero) Medan pada Oktober 2017 menyiapkan dana Rp2,5 triliun  bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya pengusaha dan bila permintaan cukup tinggi, Pegadaian siap memenuhinya.

Hal itu dikatakan Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Wilayah I Medan Nasruddin Dali melalui Kepala Humas Lintong P Panjaitan kepada Berita di kantornya Senin (16/10).  “Saat ini Pegadaian sebagai alternatf pilihan utama masyarakat dalam pendanaan,” kata Lintong.

Menurut dia, saat ini para pedagang  yang membutuhkan modal kerja besar guna memenuhi modal usahanya untuk pembelian kebutuhan sesuai yang dibutuhkan pasar.  Dewasa ini, katanya, nasabah Pegadaian  terdiri atas PNS, BUMN, para Pedagang, ibu-ibu rumah tangga, para mahasiswa/i, para supir, para petani, wiraswasta dan lain sebagainya.

Di setiap cabang maupun unit banyak dipenuhi oleh para nasabah maupun calon nasabah yang datang menggadaikan emas perhiasan dan menjaminkan bpkbnya maupun pengajuan kredit emas mulia, kredit angsuran fiducia (kreasi) dengan jaminan BPKP, kredit kepemilikan kendaraan, dan arrum haji.

Permintaan modal kerja ini cukup meningkat setiap bulannya dari setiap cabang maupun unit, apabila dilihat dari trend permintaan modal kerja maupun modal usaha dari masing-masing cabang ke kantor wilayah cukup tinggi.

Saat ini, Pegadaian sedang gencar-gencarnya di dalam memasarkan kredit emas batangan, arrum haji, kredit kepemilikan kendaraan ke setiap lembaga/instansi baik pemerintah maupun swasta dan ibu-ibu arisan dan pengajian.

Menurut dia, Pegadaian saat ini sudah boleh menerima iuran BPJS dari masyarakat, serta untuk pembayaran listrik maupun token, iuran tv kabel, iuran telepon, pulsa, tiket kereta, pengiriman uang (western union), kredit mikro, kredit program kemitraan dan bina lingkungan, kredit amanah untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor.

Lintong menambahkan out standing loan (OSL) sampai bulan September 2017 untuk gadai konvensional sebesar  Rp1,798 triliun kredit mikro emasku, Rp1,085 miliar gadai flexi, Rp557,860 juta krasida, Rp 26,419 miliar kreasi,  Rp 84,568 miliar kreasi ultra mikro, Rp 52 juta kresna,  Rp 476,900 juta kresna khusus, Rp 42,961 miliar krista,         Rp 984,448 juta dan mulia baru Rp 13,657 miliar.

Untuk gadai syariah rahn Rp 501,701 miliar, amanah Rp23,335 miliar, arrum Rp 32,325 miliar, arrum emas baru Rp 7,561 miliar, arrum haji Rp 10,338 miliar, emasku Rp 233,168 juta, mulia baru Rp 4,472 miliar dan rahn flexi Rp 236,800 juta.

Omset

Lintong menambahkan pencapaian omset sampai periode bulan September 2017 untuk gadai konvensional Rp 5,244 triliun, emasku Rp 2,520 miliar, gadai flexi  Rp 8,980 miliar, krasida Rp 42,808 miliar, kreasi   Rp 66,718 miliar, kreasi ultra mikro Rp 52 juta, kresna khusus Rp 10,507 miliar dan mulia baru Rp 30,664 miliar.

Omset untuk gadai syariah: rahn  Rp1,865 triliun, kredit mikro amanah Rp20,621 miliar, arrum Rp32,020 miliar, arrum haji Rp8,919 miliar, emasku Rp373,010 juta, mulia baru Rp8,805 miliar dan rahn flexi Rp1,506 miliar. (wie)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Laporan 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan

5 Fakta Uniknya Pernikahan Derby dan Claudia