in

Pelaku Usaha Rendang Bidik Pasar Eropa

MENJANJIKAN: Wakil Wali Kota Payakumbuh,
Erwin Yunaz ikut mengaduk rendang yang merupakan masakan terlezat di dunia.(IST)

Usaha pembuatan rendang, semakin menggeliat di Kota Payakumbuh, Sumbar. Para pelakunya yang masih berskala kecil dan menengah, juga semakin kreatif dalam melakukan pemasaran.

Tidak hanya melirik pangsa pasar dalam negeri, pelaku usaha rendang di Payakumbuh juga membidik pangsa pasar luar negeri. Terutama di negara-negara dalam benua Eropa, seperti Jerman.

Untuk yang terakhir ini, pelaku usaha rendang di Payakumbuh berkolaborasi dengan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dari daerah lainnya di Sumbar, membentuk Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau atau Kopas Anam. Pembina koperasi ini, termasuk Ketua Ikatan Perantau Minang di Hamburg, Jerman, Budi Indra.

Kemarin siang (18/7), pengurus Kopas Anam yang diketuai Fibrianti Takarina MT (pemilik IKM Dapur Mutiara Payakumbuh) bersama 18 anggotanya, mengajak Budi Indra yang sedang pulang kampung ke Sumbar, untuk melihat Sentra Rendang Payakumbuh di kawasan Padangkaduduak, Payakumbuh Utara. Tujuannya, agar Budi punya cerita tentang rendang yang akan dibawanya ke Jerman.

“Saya sebenarnya bukanlah orang yang paham akan kuliner terutama untuk rendang. Akan tetapi, saya tergerak melihat semangat pelaku usaha di Payakumbuh, dalam mencari pasar rendang,” kata Budi Indra saat berada di Sentra Rendang Payakumbuh.

Saat itu, Budi Indra bersama pengurus dan anggota Kopas Anam, disambut oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunas. Selain Erwin, juga ikut menyambut, Sekretaris Disnakerprin Doni Syahputra, Kabid Perindustrian Gesmalindra, Plh Kepala Sentra Rendang Rendi Rozeno, dan Ketua Koperasi Rendang Payo Ira Azhar.

Budi Indra mengaku, senang bisa melihat langsung proses pembuatan rendang di Payakumbuh. “Produk sentra rendang Payakumbuh sudah layak masuk pasar internasional. Proses pembuatan di sini, akan saya ceritakan saat kembali ke Jerman nanti,” kata Budi Indra.

Sebelumnya, Budi Indra sudah ikut membantu Ketua Kopas Anam Payakumbuh Fibrianti Takarina, dalam memasarkan rendangnya di Jerman. “Kita berharap, ke depannya beliau selaku pembina Kopas Anam, tetap membantu pemasaran ke negara-negara Eropa,” kata Fibrianty.

Dia juga mendorong anggota Kopas Anam, memanfaatkan keberadaan Sentra Rendang Payakumbuh. Terutama untuk proses pembuatan dan packeging rendang. Di sisi lain, Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz, senang dengan kedatangan Budi Indra dan pengurus Kopas Anam. Menurut Erwin, sentra rendang Payakumbuh hadir untuk mewujudkan impian UMKM agar bisa naik kelas.

“Sentra Rendang ini kita arahkan agar dapat membawa seluruh UMKM Payakumbuh dapat sekelas dengan industri nasional. Untuk itu, kita semua yang berada di sini diminta untuk saling bersinergi,” kata Erwin.

Ahli packeging ini menyebut, dari awal hingga sekarang, sentra rendang Payakumbuh selalu didukung kementerian. Peran dari pelaku usaha, termasuk Koperasi Sentra Rendang Payo, juga sangat mendukung keberadaan Sentra Rendang ini.

Erwin juga menyebut, Pemko Payakumbuh serius dalam membina pelaku IKM, terutama rendang. Tidak hanya mendirikan gedung sentra rendang, Pemko Payakumbuh juga menambah landmark kota ini sebagai “City Of Randang” atau Kota Rendang.

“Tidak sampai di situ saja, kita turut mendirikan program School of Randang yang mana bertujuan untuk mentransfer semua ilmu tentang rendang kepada generasi penerus. Agar rendang ini tidak diakuisisi oleh pihak lain suatu saat nanti,” kata Erwin.(frv)

What do you think?

Written by Julliana Elora

UPZ Baznas Semen Padang Serahkan Beasiswa Rp1,4 M kepada 1.470 Penerima

Hak Angket Soal Perades Selesai, Ketua DPRD : Silahkan Lapor Ke APH Kalau Ada Pelanggaran