in

Pembelajaran Berdiferensiasi Mapel Bahasa Indonesia Kelas 1

BERSEMANGAT: Para murid UPT SDN
12 Parambahan terlihat bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
berdiferensiasi.

Banyak hal yang dilakukan untuk membuat peserta didik lebih banyak dalam menjalani Proses Belajar Mengajar (PBM). Seperti halnya yang sudah dituangkan dalam kurikulum merdeka belajar.

Kurikulum Merdeka sendiri merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal. Tujuannya agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Dengan masuknya Tahun Pelajaran 2022/2023, sekolah tempat saya mengajar UPT SDN 12 Parambahan Kecamatan Limakaum yang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka dengan sistem mandiri, berubah untuk kelas 1 dan kelas 4.

Sebagai guru kelas 1, saya berusaha melaksanakan Kurikulum Merdeka dengan segala ilmu yang diterima dari workhshop dan mencari informasi-informasi. Terkait perangkat dan pembelajaran menggunakan platform merdeka mengajar yang telah disediakan oleh Kemdikbud Ristek.

Ini demi terwujudnya pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Untuk kelas 1 adalah fase a. Dalam Kurikulum Merdeka, guru dituntut melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.

Di mana kegiatan pembelajaran dibuat berdasarkan kebutuhan siswa. Ini bertujuan membantu siswa sukses dalam belajar. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya.

Karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan siswa untuk memilih apa yang mereka ingin pelajari, bagaimana cara belajar, dan produk belajar apa yang ingin dihasilkan.

Tentu saja ada batasan-batasan yang harus diperhatikan. Dan di sinilah tugas guru untuk memberi arahan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini diawali dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid.

Kemudian melakukan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan. Terakhir mengevaluasi dan merefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

Di mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Capaian Pembelajaran (CP), peserta didik mampu membaca kata-kata yang dikenalinya sehari-hari dengan fasih. Pembelajaran berdiferensiasi ini saya awali dengan memetakan siswa menjadi 3 kategori berdasarkan hasil diagnostik di awal tahun pelajaran.

Ketiga kategori itu adalah kategori siswa lancar membaca, kategori siswa mengeja membaca dan kategori siswa kenal huruf saja. Untuk mencapai Tujuan Pembelajaran (TP) peserta didik dapat melakukan instruksi serta membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf “l”.

Saya membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan kategori siswa. Untuk LKPD kategori 1, siswa menuliskan nama hewan yang diawali dengan huruf “l” sesuai dengan gambar yang ada pada LKPD.

Karena kategori siswa di sini lancar membaca dengan melihat gambar pada LKPD mereka mampu menuliskan nama hewan tersebut. LKPD kategori 2 siswa mengisi kosa kata rumpang nama hewan yang diawali dengan huruf “l” sesuai dengan gambar yang ada pada LKPD.

Karena kategori siswa di sini mengeja membaca dengan melihat gambar siswa mampu mengisi kosa kata yang rumpang dengan kemampuan mengeja yang mereka miliki. Dan LKPD kategori 3 siswa menebalkan tulisan nama hewan yang diawali dengan huruf “l” sesuai dengan gambar yang ada pada LKPD.

Kemudian menyebutkan nama hewan yang siswa lihat dalam LKPD. Secara langsung siswa mengenal huruf-huruf pada nama hewan yang mereka tebalkan. Dari kegiatan pada LKPD pertama ini seluruh siswa berhasil mengerjakan tugas yang diberikan dan mereka mampu menguasai Tujuan Pembelajaran (TP) peserta didik dapat melakukan instruksi serta membaca dan menulis suku kata yang diawali dengan huruf “l”.

Pembelajaran dilanjutkan dengan Tujuan Pembelajaran yang kedua yaitu dengan menyimak, menanggapi, dan menirukan gerakan pada bacaan tentang aneka gerak. Saya juga membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan kategori siswa.

Untuk LKPD kategori 1 siswa menuliskan gerakan menarik atau mendorong sesuai dengan gambar yang ada pada LKPD. Karena kategori siswa di sini lancar membaca dengan melihat gambar pada LKPD mereka mampu menuliskan gerakan tersebut.

LKPD kategori 2 siswa mengisi kosa kata rumpang jenis gerakan menarik atau mendorong sesuai dengan gambar yang ada pada LKPD. Karena kategori siswa di sini mengeja membaca, dengan melihat gambar siswa mampu mengisi kosa kata yang rumpang dengan kemampuan mengeja yang mereka miliki.

Dan LKPD kategori 3 siswa menebalkan jenis gerakan menarik atau mendorong sesuai dengan gambar yang ada pada LKPD kemudian, menyebutkan jenis gerakan yang siswa lihat dalam LKPD. Secara langsung siswa mengenal huruf-huruf pada nama hewan yang mereka tebalkan.

Dari kegiatan pada LKPD kedua ini, seluruh siswa berhasil mengerjakan tugas yang diberikan dan mereka mampu menguasai Tujuan Pembelajaran (TP) menyimak, menanggapi, dan menirukan gerakan pada bacaan tentang aneka gerak.

Dari kedua Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dilaksanakan, saya merasakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu membuat siswa bersemangat dalam proses belajar mengajar. Mereka belajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing untuk mencapai titik tujuan yang sama, yaitu Tujuan Pembelajaran (TP).

Di mana siswa mempelajari materi pelajaran berdasarkan kemampuannya. Apa yang mereka sukai, dan kebutuhan individu mereka sehingga mereka tidak frustrasi dan merasa gagal selama proses pembelajaran. (***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Politani Payakumbuh dan Direksi Semen Padang: Bahas Kaliandra Ganti Batu Bara

Bahasa Sebagai Jati Diri