in

Pemko Subulussalam Ajak FKPD Berantas ‘Weleh-Weleh’

Selasa, 24 Oktober 2017 15:26 WIB

SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H Merah Sakti SH mengajak Forum Komunikasi Pimpinan dayah (FKPD) setempat memerangi penyakit masyarakat seperti judi, minuman keras, dan ‘weleh-weleh’ sebutan untuk perempuan malam atau pelacur di Subulussalam. “Kalau memang sepakat, ayo, FKPD berantas penyakit masyarakat,” tegas Merah Sakti di hadapan ratusan ustaz dan ribuan santri/santriwati Kota Subulussalam, Senin (23/10).

Merah menyampaikan tekadnya memimpin Subulussalam menjadi lebih maju dan Islami. Dia bahkan menyatakan tidak mau masuk neraka dan masuk penjara. Karena itu, dia tidak mau sembrono mengambil kebijakan. Namun, imbuh Merah, sejauh ini ada sejumlah penyakit masyarakat yang masih marak di Subulussalam dan tentunya butuh kerja sama menumpasnya.

Merah pun mengajak para ulama dan santri di sana agar bersama-sama memberantas judi togel. Menurutnya, praktik toto gelap itu masih marak di Subulussalam. Pun demikian, minuman keras serta wanita malam alias pelacur yang dalam bahasa setempat kerap disebut weleh-weleh. Dalam memberantas penyakit masyarakat di daerah ini, sang dia bahkan siap menggerebek hotel-hotel yang terindikasi menjadi lokasi maksiat.

Sakti yang juga mantan Ketua Komisi A DPRK Subulussalam, dengan lantang menyampaikan tekadnya membasmi kemaksiatan di sana. Tapi, perlu dukungan ulama dan santri. Sebab, menurut dia, sebagai pimpinan dia juga bukan berarti dapat bekerja sendiri tanpa dukungan ulama dan santri yang tergabung dalam FKPD.

“Mohon maaf bapak Kapolres, Dandim, Kejari, dan Ketua Pengadilan, kalau memang FKPD sepakat dan bersedia, ayo sama-sama kita berantas semua penyakit masyarakat. Bila perlu, semua weleh-weleh kita tumpas. Kalau memang setuju, kita gerebek hotel di Subulussalam,” tandas Sakti.

Sakti mengakui, unsur dayah, ulama, dan santri bersatu akan bisa membasmi penyakit masyarakat di daerah tersebut tidak hanya mengandalkan Satpol PP & WH serta Dinas syariat Islam. Kuncinya, lanjut Sakti, semua pihak harus komitmen dan bersatu.

Pada bagian lain, Merah Sakti menyinggung pembangunan monumen tari dampeng salah satu keseninan khas Suku Singkil di Subulussalam. Monumen itu, lanjut Sakti sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya Singkil di Subulussalam. Dia mengaku siap menerima koreksi dari semua pihak yang mampu memberi solusi terbaik.

Merah juga menyinggung monumen dampeng yang kini sedang dalam tahap pembangunan lantaran sempat menuai pro-kontra lima bulan lalu. Kala itu, sejumlah elemen masyarakat bahkan sempat turun ke jalan menggelar aksi menolak monumen dampeng.

Merah Sakti menyatakan pembangunan tersebut sebagai tanggung jawabnya untuk mempertahankan kearifan lokal, budaya, dan adat istiadat daerah yang dikenal dengan semboyan Sada Kata itu. Sakti pun mengakui, dia tidak mau masuk neraka dan paham akan Alquran, firman, hadis, qiyas, serta pendapat ulama. Karena itu, dia menyarankan siapapun ingin mengkritisi hendaknya mampu memberi solusi terbaik bukan terkesan hanya menyorot.(lid)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Dua Pejabat Kabupaten Palas Terjaring Razia di Diskotik

KPU berharap jumlah anggota PPS terpenuhi