
Jakarta (ANTARA) – Pertamina EP (PEP) Adera Field, bagian dari Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina, mereplikasi teknologi velocity string pada sumur migas guna meningkatkan efisiensi dan volume produksi di wilayah Sumatera Selatan.
Teknologi tersebut diterapkan pada kegiatan dual completion di Sumur BNG-68, yang terbukti mampu mendongkrak produksi minyak sebesar 281 barel per hari (BOPD) serta gas 0,32 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk lapisan L1. Sementara itu, pada lapisan N2, tercatat produksi minyak sebesar 123 BOPD dan gas 3,31 MMSCFD.
Manager PEP Adera Field, Adam Syukron Nasution, di Prabumulih, Jumat, menjelaskan bahwa penerapan velocity string memungkinkan peningkatan produksi secara selektif dengan memproduksi beberapa lapisan secara simultan dan mandiri.
“Dengan teknologi ini, sumur dapat kembali berproduksi secara optimal, lebih efisien, dan dengan biaya operasional yang relatif rendah,” ujar Adam.
Melalui sistem dual completion yang dipadukan dengan velocity string, dua lapisan produksi yang memiliki tekanan berbeda dapat diproduksi secara bersamaan tanpa saling mengganggu.

Ia memaparkan, jika tanpa teknologi tersebut, produksi dari dua lapisan bertekanan berbeda akan memicu arus balik (cross flow). Kondisi ini berisiko menyebabkan lapisan bertekanan rendah kehilangan kemampuan produksi serta meningkatkan potensi terjadinya zona kehilangan minyak (thief zone) di antara kedua lapisan tersebut.
Replikasi teknologi ini merujuk pada keberhasilan serupa di PHR Zona 1 Field Jambi pada 2025, yang mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan di Sumur PPS-X19 dan Sumur PPS-12.
Pasca-keberhasilan di Sumur BNG-68 Adera Field, manajemen PEP Zona 4 berencana memperluas penerapan velocity string di Cluster Gunung Kemala yang merupakan bagian dari wilayah kerja PEP Prabumulih Field.
Untuk diketahui, PHR Regional Sumatera Zona 4 mengelola tujuh wilayah kerja di Sumatera Selatan, meliputi PEP Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, serta PHE Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai. Operasional wilayah ini berada di bawah koordinasi serta pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).(***)