in

Perkuat Literasi, PLN UIW Sumbar Bumikan Program Menanam Buku

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar serahkan bantuan buku untuk santri Pondok Pesantren Al-Baroqah, Jumat (17/6). Penyerahan buku ini merupakan saluran buku tahap pertama, dengan jumlah 100 buah buku.

Selanjutnya, PLN UIW Sumbar menyalurkan 400 buah buku lagi ke taman bacaan, panti asuhan, dan pesantren di beberapa titik Sumbar. Total 500 buku ini terkumpul dari Program Menanam Buku, yaitu program yang dilakukan PLN UIW Sumbar dalam rangka peringatan Hari Bumi setiap 22 April.

Hadir di Pesantren Al-Baroqah Managemen PLN UIW Sumbar, Kakan Kemenag Dhamasraya diwakili H Nelson dan Kabag Kesra Dhamasraya Syarbaini.

Syamsul Arif, pengurus pondok yang menyambut rombongan PLN dan menerima langsung sumbangan buku, sangat berterima kasih kepada PLN.

“Sebagai pondok pesantren baru di Sumbar, suatu kebanggaan bagi kami dikunjungi oleh Bapak/Ibu dari PLN Sumbar sekaligus dihadiahi bingkisan berupa buku-buku layak baca. Tentu ini akan sangat bermanfaat karena santri-santri kami mendapatkan tambahan literasi,” ungkapnya.

Pada Program Menanam Buku, pegawai, Tenaga Ahli Daya, beserta keluarga diajak untuk mengumpulkan buku layak baca. Kemudian setiap buku tersebut ditukar dengan bibit pohon produktif.

Disampaikan General Manager PLN UIW Sumbar Toni Wahyu Wibowo, Program Menanam Buku dibentuk karena melihat realita bahwa setiap tahun biasanya ada produk-produk buku yang tidak lagi terpakai di hampir seluruh KK, padahal buku tersebut bisa jadi dibutuhkan oleh orang lain jika didistribusikan dengan tepat.

“Pada keluarga yang memiliki anak, setiap tahunnya anak-anak tersebut akan naik kelas, kemudian dari SD ke SMP, SMP ke SMA, dan seterusnya. Ada buku-buku layak baca yang kemudian belum tentu digunakan kembali. Padahal di sisi lain anak-anak di tempat lain, membutuhkannya. Di sinilah kami mengajak pegawai, keluarga pegawai, dan TAD untuk mengumpulkan buku-buku layak baca di rumahnya,” jelas Toni.

Tim K3L PLN UIW Sumbar menyiapkan beberapa jenis bibit pohon produktif untuk ditukar dengan buku-buku layak baca. Terdiri dari pohon mangga, jambu biji, sawo, manggis, rambutan, dan durian. Disampaikan Toni, lewat Program Menanam Buku, PLN ingin bersumbangsih sekaligus pada bidang literasi pendidikan dan lingkungan.

“Kami mengajak teman-teman untuk beramal sekaligus bersumbangsih pada dunia pendidikan. Selain itu, karena buku bersumber dari kertas dan kertas bersumber dari pohon, maka lewat program ini kita kembalikan lagi ke bumi. Ini umpama memberi reward untuk bumi. Jadi kami mengajak keluarga besar PLN untuk menanam pohon dimanapun,” ungkapnya kemudian.

Pengurus Pesantren H Syamsul Arif berharap, Program Menaman Buku dapat terus hadir menambah koleksi literasi, di pondok pesantren maupun di pusat-pusat bacaan dan pendidikan yang membutuhkan.

“Seperti ungkapan para ulama, buku adalah sebaik-baiknya sahabat. Maka bergulatlah dengan buku, bertemanlah dengan ilmu, dan bersahabatlah dengan pengetahuan,” ungkapnya.

Pemilik Pesantren Al-Baroqah, KH. Moch. Chozien Adenan pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada PLN. “Saya mengapresiasi maksud baik dari Bapak/Ibu sekalian. PLN, sejak awal pondok pesantren ini berdiri hadir sebagai perusahaan yang melayani dengan sepenuh hati, dan kini kami tahu bahwa PLN juga memiliki program sosial di berbagai aspek, khususnya pendidikan,” sebutnya.

Chozien pun menyampaikan, pondok pesantren Al-Baroqah merupakan pesantren yang ditargetkan pemerintah Dharmasraya sebagai pesantren percontohan. “Masih banyak proses pembangunan dan pembaharuan sarana prasarana yang akan berjalan untuk menuju ke arah pesantren percontohan. Semoga hubungan baik dengan PLN dapat terus terjalin, karena tentu kami sangat membutuhkan PLN ke depannya,” ujarnya.(*)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Andre Rosiade Berharap PGN jadi Pembeli Gas Blok Sijunjung

Jennifer Lopez perkenalkan gender sang anak dengan sebutan netral