in

Pesan Wagub Untuk Kaum Perempuan

Wagub Sumsel H Ishak Mekki mengukuhkan pengurus BKOW Sumsel

Perempuan zaman dulu sulit untuk berorganisasi karena dulu dalam satu keluarga ada banyak anak, bisa sampai 10-11. Berbeda dengan sekarang, keluarga cukup dua anak saja.

WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki mengurai hubungan kausal perempuan dulu dan sekarang. Peranan perempuan dengan kemajuan teknologi saat ini melesat jauh ke depan. Pemicunya: tugas wanita jauh lebih berkurang dari zaman dulu.

“Sekarang tidak perlu masak tapi bisa langsung memesan dengan gojek, memasak nasi dengan pakai rice cooker, ada pembantu. Nah banyak peran wanita di masa maju sekarang untuk terus berorganisasi,” kata Ishak pada acara pengukuhan pengurus BKOW Sumsel, periode 2016-2021 yang diketuai Hj Tartila Ishak di Griya Agung, Kamis (2/3).

Selain teknologi bermanfaat untuk zaman saat ini, Ishak melanjutkan, juga imbasnya banyak dengan kemajuan sekarang seperti perdagangan orang, kekerasan anak dan sebagainya.

“Kita berharap programnya juga dapat menyentuh sesuai dengan harapan masyarakat dan kepada ketua bagaimana untuk membina para anggotanya,” ujar Ishak.

Koordinasi, menurut Ishak, sangat penting, terutama kepada organisasi lain.

Pembinaan ini tidak cukup kata-kata saja melainkan bagaimana supaya bisa dapat membekali melalui diklat, seminar dan lain sebagainya sehingga anggotanya punya SDM yang memadai yang berkualitas.

“Termasuk sosialisasi Asian Games 2018 bagaimana dapat membantu menyukseskan Asian Games 2018 sesuai dengan fungsi dan tugas BKOW,” ucapnya.

Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Sumatera Selatan (BKOW) Sumsel diharapkan berkontribusi untuk mendorong kualitas hidup kaum perempuan yang lebih baik.

“BKOW merupakan mitra pemerintah dalam membantu perkembangan peran wanita jauh lebih baik, melalui program-programnya BKOW harus berkontribusi dalam  kesejahteraan masyarakat,” ujar Ishak.

Kenguruhan yang baru harus bisa membentengi pengaruh negatif teknologi, sebagaimana permasalahan yang sering dihadapi wanita, terutama kasus perdagangan wanita dan kekerasan anak. “BKOW harus bisa menetralisir dampak negatif dari kemajuan teknologi, dan yang tidak kalah penting BKOW juga diharapkan untuk mensetarakan tugas rumah tangga dan tugas organisasi,” harapnya.

Lanjut Ishak, sebagai induk organisasi dari berbagai oraganisasi wanita di Sumsel, BKOW juga merangkul semua dalam menjalankan program-programnya, dengan kata lain mengakomodir keinginan dari organisasi wanita lain sehingga tercapai kepentingan bersama. “Untuk itu, BKOW harus bekerja sama, jangan sendiri-sendiri sehingga keputusan itu untuk kepentingan kita bersama,” tegasnya.

Sementara Dewan Penasehat BKOW Sumsel Hj Eliza Alex juga berharap program-program yang akan dilaksanakan lancar sebagaimana tujuanya. Selain itu BKOW juga sebagai motor penggerak kegiatan yang bersifat nasional. “Namun dari itu semua, sebagai induk dari semua organisasi wanita di Sumsel, tentunya harus bisa mengayomi seluruhnya,” pintanya, dan juga menekankan, supaya BKOW turut berkontribusi memerangi narkoba dan menyelamatkan kehidupan perempuan, dengan cara mensosialisasi sampai ke masyarakat yang paling bawah.

Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj Tartilah menguraikan, BKOW beranggotakan 44 organisasi wanita. Sesuai fungsinya, BKOW merupakan wadah untuk mewujudkan pembangunan melalui tata kelola yang baik dan benar.

“BKOW Sumsel, berusaha menjadi organisasi yang bertujuan memberdayakan potensi daya guna wanita dengan keadilan gender dalam segala aspek. Kita dapat melaksnakan tugas dengan baik sesuai visi dan misi,” tandasnya.#osk

What do you think?

Written by virgo

Sambangi LRT dan Tol Palindra, Alex Berbeda dari Biasanya

Cari Kerja? PLN Pekanbaru Buka Banyak Lowongan Untuk S1, D3 dan D4