in

Pesawat Berbadan Besar Siap Terbangkan CJH

Kemenhub Khawatirkan Landasan BIM

Pemerintah terus merampungkan persiapan untuk penyelenggaraan haji tahun 2017. Kemarin (23/7) Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso melakukan pengecekan armada pesawat di hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF), Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. 

Total 14 pesawat milik maskapai Garuda Indonesia telah siap di hanggar GMF sejak Sabtu (23/7) untuk menjalani proses ramp check atau pengecekan kelaikan sebelum terbang mengantarkan calon jamaah haji (CJH) mulai 28 Juli mendatang. Pemeriksaan meliputi kondisi umum pesawat, kelaikan terbang, umur komponen, serta riwayat perawatan. “Kemarin (Sabtu, red) sudah kami rampungkan pengecekan 11 pesawat, hari ini 4 sisanya,” kata Agus.

Sebanyak 14 armada pengangkut haji meliputi 5 pesawat Boeing 777-300ER, 3 pesawat Boeing 747-400, 5 pesawat Airbus A330-300, serta 1 pesawat Airbus A330-200. Sebanyak 11 pesawat di antaranya adalah milik Garuda sendiri. Sementara 3 sisanya didatangkan dari maskapai penerbangan Spanyol Wamos Air dengan sistem sewa. 

Agus menerangkan, selain Garuda, ada juga 18 pesawat yang disediakan oleh Saudi Airlines. “Untuk pengecekan pesawat Saudi, sudah kami kirimkan tim ke sana,” ungkapnya. Rencananya, Garuda akan mengangkut 285 kloter. Terdiri dari 107.959 CJH dan petugas. Sementara Saudi mengangkut 230 kloter yang terdiri dari 98.576  CJH dan petugas. 

Pemberangkatan akan melalui 12 bandara embarkasi haji utama serta 5 bandara embarkasi antara. Bandara utama meliputi Sultan Iskandar Muda dan Kualanamu, Aceh, Deli Serdang dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Hang Nadim, Batam, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Adi Sumarmo,Solo, Juanda, Surabaya, Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Sultan Hasanuddin, Makassar, serta Lombok Praya, Lombok.

Sementara untuk bandara antara terdiri dari Djalaluddin, Gorontalo, Radin Inten II, Lampung, Tjilik Riwut, Palangkaraya, Fatmawati Soekarno, Bengkulu, dan Sultan Thaha, Jambi. Bandara-bandara tersebut minggu depan harus sudah mampu menangani operasi pesawat berbadan besar seperti B 777, 747 maupun Airbus A330. 

Menurut Agus, tiga bandara yakni Padangpariaman, Lombok dan bahkan Halim sendiri belum kuat menahan pesawat berbadan besar. “Ada beberapa isu terkait strenght (kekuatan) landasan,” kata Agus. 

Untuk menyiasati hal tersebut, Kemenhub telah menetapkan batas berat maksimum lepas landas atau MTOW (maximum take off weight). Di Lombok, pesawat tidak boleh lebih berat dari 350 ton, Padangpariaman 283 ton serta yang paling lemah, Halim, tidak boleh lebih dari 270 ton. 

Meski demikian, jumlah CJH dan bawaannya tidak mungkin dikurangi. Sehingga, Kemenhub menyiasati dengan pengurangan bahan bakar. Caranya dengan membiarkan pesawat berangkat dari bandara-bandara tersebut dengan bahan bakar lebih sedikit. Kemudian transit di tengah perjalanan. “Misalnya dari Lombok pakai fuel sedikit, nanti di Padangpariaman isi lagi, baru berangkat,” kata Agus. 

Sementara itu, Direktur Teknik dan Pemeliharaan Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengungkapkan bahwa meskipun bahan bakar dikurangi, pihak Kemenhub dan Garuda sudah melakukan perhitungan agar pengurangan tersebut tidak mengorbankan aspek keselamatan. “Sudah dikalkulasi jumlah bahan bakarnya, termasuk jaga-jaga kalau tiba-tiba dialihkan untuk mendarat ke bandara lain,” katanya. 

Susena menyebut, armada haji yang disediakan oleh Garuda masih relatif muda. Semuanya di bawah usia operasional 25 tahun. Termasuk Armada 747 yang sejatinya mendekati masa pensium.”Paling tua 19 tahun, pesawat kalau perawatannya teratur, lebih dari 25 tahun pun masih bisa,” katanya.

Visa Selesai

Sementara itu proses penerbitan visa haji menunjukkan perkembangan signifikan. Kementerian Agama (Kemenag) kemarin mengumumkan, seluruh visa haji yang berjumlah 102.663 untuk jamaah keberangkatan gelombang pertama sudah beres. Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag M Sofwan mengatakan, pemberangkatan haji regular gelombang pertama dilaksanakan pada 28 Juli sampai 11 Agustus. Sedangkan gelombang kedua pada 12-26 Agustus. Dia menjelaskan jumlah visa haji yang telah diterbitkan pemerintah Saudi setiap hari mengalami penambahan.

Kemenag terus mengirimkan paspor dan dokumen jamaah lainnya untuk segera diproses penerbitan visanya. Saat ini dokumen jamaah yang sudah masuk ke otoritas Arab Saudi sudah mencapai 191.838 paspor. Dia mengatakan rata-rata dalam sehari pemerintah Arab Saudi bisa menerbitkan sampai 10 ribu visa. 

Jelang keberangkatan yang tinggal lima hari, Sofwan memastikan kelengkapan dokumen untuk lima kloter di masing-masing embarkasi. Dia menjelaskan kelengkapan dokumen haji harus maksimal, supaya tidak ada calon jamaah yang tertinggal saat penerbangan perdana.

Dia menjelaskan penerbangan gelombang pertama akan membawa jamaah dari Indonesia menuju Madinah. Sementara untuk gelombang kedua rute penerbangannya dari Indonesia menuju Jeddah. Tahun ini kuota haji Indonesia mencapai 221 ribu orang. Dengan perincian 204 ribu jamaah haji regular dan sisanya 17 ribu jamaah haji khusus. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Matasora World Music Festival Diserbu Ratusan Wisman dan Ribuan Wisnus

Dua Negara ikuti Lomba Dragon Boat di Festival Cisadane 2017