

Polda Sumsel sosialisasi karhutla lewat pembagian sarapan gratis
Jumat, 11 September 2026 11:31 WIB

Palembang (ANTARA) – Personel Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, mensosialisasikan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat pembagian sarapan gratis ke warga Kota Palembang.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Jumat, mengatakan pembagian sarapan nasi uduk sekaligus mengajak masyarakat memanjatkan doa bersama untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Kegiatan sosial tersebut menyasar para pekerja informal, pengendara, dan warga yang beraktivitas di sekitar pusat Kota Palembang.
“Aksi ini menjadi wadah komunikasi humanis antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun kepedulian lingkungan,” katanya.
Ia mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata yang memperkuat kedekatan serta empati sosial.
Ia menjelaskan, persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengimbau warga untuk aktif menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor kepada aparat kepolisian jika menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain menyampaikan imbauan ketertiban dan pencegahan karhutla, personel Bidhumas Polda Sumsel juga mengajak warga mendoakan para petugas yang tengah berjuang memadamkan api di lapangan.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menambah pasukan satuan tugas (satgas) pemadam kebakaran hutan dan lahan dari 548 menjadi 1.000 personel guna mempercepat pencegahan dan penanganan di wilayah rawan.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso mengatakan berdasarkan data satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terintegrasi dalam aplikasi Sistem Terpadu Operasi Karhutla (Stop Karhutla) Polda Sumsel di Palembang, Jumat (4/9/2026), terdeteksi 648 titik panas di wilayah Sumatera Selatan.
Dari jumlah tersebut, 590 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah (medium) dan 58 titik pada tingkat kepercayaan rendah (low), sementara titik panas tingkat kepercayaan tinggi (high) nihil.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
