in

Politani Kembangkan Hidroponik Berbasis IoT

BERBASIS IOT: Teaching fantory hidroponik berbasis internet of things (IoT) dikembangkan Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer (Prodi TRK) Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian
Negeri Payakumbuh.(IST)

Terobosan dihasilkan Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer (Prodi TRK) Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Lewat program matching fund tahun 2022 pendanaan dari  Ditjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kemendikbud  Ristek RI, prodi berhasil mengembangkan teaching factory sistem hidroponik cerdas berbasis internet of things (IoT).

“Teaching factory (TF) menjadi laboratorium yang digunakan mahasiswa untuk melakukan praktikum di beberapa mata kuliah di antaranya, embedded system, jaringan komputer, elektronika dan pengantar ilmu pertanian,” ujar Ketua Program Matching Fund (MF) Indra Laksmana SKom MKom kepada wartawan di Payakumbuh, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Prodi TRK juga ingin menunjukkan eksistensi dalam pengembangan teknologi terkini dalam era 4.0. Teaching Factory ini permulaan dalam memajukan program studi untuk semakin terdepan mengikuti arus teknologi komputer yang terus berkembang.

Kegiatan MF ini juga menggaet mitra DUDI yaitu PT Carano Integrasi Teknologi Padang dipimpin Yusrian Yuzaf SE sebagai pihak industri yang ikut membantu pengembangan teaching factory.

Mitra DUDI ini ikut berkontribusi memberikan workshop IoT untuk mahasiswa Prodi TRK di laboratorium Instrumentasi dan Sistem Kontrol Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

“Program MF ini sangat membantu Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) institusi. Saat ini, Prodi TRK telah memenuhi IKU 2 mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, IKU 3 dosen berkegiatan di luar kampus. Lalu, IKU 4 praktisi mengajar di dalam lampus dan IKU 5 hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional,” jelas Wakil Direktur I Ir Harmailis MSi.

Saat ini, hampir 50% staf dosen Teknologi Rekayasa Komputer sudah memiliki sertifikasi kompetensi berbasis vendor maupun BNSP.

Lewat kegiatan MF ini juga sudah diterbitkan dua judul buku yaitu “Teknologi Internet of Things (IoT) dan Hidroponik” dan “Smart Agriculture: Budidaya Hidroponik degan Sistem Cerdas” diterbitkan Penerbit Goresan Pena. Kegiatan MF ini berisi 7 orang tim task force dan melibatkan 32 mahasiswa dalam pelaksanaannya.

“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan matching fund ini sangat mempengaruhi motivasi belajar dan meningkatkan moriil mahasiswa untuk lebih giat terlibat di luar kampus. Dari kegiatan ini, kita sudah cukup percaya diri mengirimkan mahasiswa kita untuk menjadi staf pengajar di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Payakumbuh. Di antaranya, mahasiswa kita mengajar SMK di Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika,” jelas Koordinator Prodi TRK Trinovita Z Jingga MKom. (cr7)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Kapolres Blora Pimpin Serah Terima Jabatan Kabag SDM Dan 5 Kapolsek

Perkuat Peran Ibu Wujudkan AUD Berkualitas