in

Rini Soemarno pastikan Tol Trans Sumatera siap layani mudik Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno memastikan Jalan Tol Trans Sumatera siap melayani masyarakat pada momentum Lebaran 2019.

“Saya senang beberapa ruas tol sudah bisa beroperasi dan nantinya ada jalur fungsional yang bisa digunakan masyarakat di libur lebaran. Saya mendorong BUMN Karya agar nantinya kita bisa melayani masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Hal itu diungkapkan Rini saat melakukan perjalanan dari Lampung menuju Palembang yang dikemas dalam acara “Tour Perdana Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang” pada Jumat.

Perjalanan menuju Tol Trans Sumatera dimulai dari Pelabuhan Penyeberangan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Jalur yang dilalui adalah Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang dikelola PT Hutama Karya (Persero) sepanjang 329 kilometer (km) yang terdiri dari 140 km jalur operasional dan 189 km jalur fungsional.

Tour Perdana Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang ditempuh selama enam jam dengan total jarak tempuh 358,7 km. Sebelum ada tol ini, jarak tempuh tercatat 10-12 jam.

Di sepanjang jalur tol yang dilalui, Hutama Karya telah menyiapkan 12 tempat istirahat (rest area) dengan fasilitas yang cukup memadai antara lain di KM 33 sisi A dan B, KM 87 sisi A dan B, KM 116 sisi A dan B, KM 163 sisi A, KM 172 sisi B, KM 208 sisi A, KM 215 sisi B, KM 234 sisi A, KM 285 sisi B.

Setiap tempat istirahat dilengkapi dengan fasilitas berupa mushola, toilet, tempat pengisian BBM berupa SPBU Modular/KiosK/Motoris, warung makanan dan minuman serta mobile ATM di beberapa titik.

Di tengah perjalanan tersebut, rombongan berhenti di beberapa titik yaitu Tempat Istirahat KM 33, Tempat Istirahat KM 215 serta Interchange Kayu Agung untuk mengecek kesiapan dan fasilitas tempat istirahat serta progres pembangunan jalur yang masih fungsional.

Terkait fasilitas tempat istirahat, Menteri Rini menjelaskan, Hutama Karya telah bersinergi dengan Himbara dan Pertamina untuk menyediakan mobile ATM, UMKM binaan dan tempat pengisian BBM.

“Seperti di Tempat Istirahat KM 33 dan KM 215 yang kita tinjau hari ini, saya lihat sudah siap semua fasilitas yang dibutuhkan oleh pemudik seperti makanan, minuman, BBM, dan lain-lain,” tuturnya.

Menteri Rini juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, Jalan Tol Bakauheni-Kayu Agung sudah siap untuk dilalui para pemudik pada libur Lebaran minggu depan.

“Jalan tol ini sangat memudahkan para pemudik dari Jakarta ke Palembang ataupun sebaliknya karena selain lebih aman, waktu tempuh pun dapat dipangkas hingga separuhnya. Dari Lampung-Palembang dapat ditempuh dalam waktu 4-5 jam saja dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam dan lalu lintas lancar,” kata Rini di sela-sela peninjauan.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo menjamin keamanan para pengendara yang melintasi Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung karena rambu-rambu dan lampu penerangan jalan sudah dipasang dengan cukup, khususnya di daerah-daerah rawan kecelakaan.

Sarana pelayanan lalu lintas juga telah dipersiapkan dengan prima di setiap ruas.

“Kami telah menyiapkan total 18 mobil patroli, 26 mobil derek, 10 mobil ambulans, 6 mobil penyelamat dan 14 mobil PJR (patroli jalan raya) yang siap memastikan keamanan dan keselamatan para pemudik,” terangnya.

Demi memaksimalkan pelayanan, Hutama Karya juga membuka nomor call center pada 0721-5618009 dan Whatsapp di 0811 791 0812 untuk Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Sementara untuk Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, para pemudik dapat menghubungi nomor 0813 2900 0020 untuk call center dan Whatsapp.

Selain itu, semua informasi mengenai jalan tol seperti tarif, situasi lalu lintas terkini hingga lokasi tempat istirahat dapat diakses melalui media sosial Instagram dan Twitter dengan akun @hk_tollbakter untuk Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan @hk_tol_terpeka untuk Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

What do you think?

Written by Julliana Elora

ACT: Satu hektare lahan serai wangi bisa produksi minyak 200 Kg

Pelayanan Publik di Sumsel Masih di Bawah Standar Nasional