in

Silaturahmi dengan Alumni Penerima Kartu Prakerja, di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, 17 Juni 2022

Wartawan
Pak Jokowi, tadi kan banyak penerima Kartu Prakerja yang mengatakan bahwa mereka ingin melanjutkan program ini sampai Bapak pun sudah tidak menjadi Presiden. Enggak apa-apa, Pak? Bisa enggak sih, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu menunjukkan bahwa manfaat riil itu diterima oleh mereka, peserta kartu Prakerja. Di dalam surveinya BPS memang di situ jelas sekali, 88,9 persen para peserta mengaku mendapatkan manfaat berupa keterampilan yang lebih baik atau keterampilan baru, ini penting. Data persentase 88,9 persen adalah sebuah apresiasi yang sangat tinggi

Wartawan
Berarti bisa ya walaupun Bapak sudah tidak jadi Presiden, nanti bisa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus. Jadi ini akan dilanjutkan, akan diteruskan termasuk tahun depan itu anggarannya sudah ada. Betul, Bu Menteri ya? Sudah ada, jadi itu tahun depannya lagi. Anggarannya nanti tanyakan ke Bu Menteri Keuangan

Wartawan
Sekarang pesertanya kan sekitar 12 juta ya, Pak. Pesertanya nanti akan lebih banyak atau bagaimana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang paling penting, sekarang ini dievaluasi dulu, ada koreksi-koreksi. Mengenai anggaran nanti disesuaikan dengan ABPN, nah APBN yang ada. Tapi yang jelas, dalam pengembangan SDM negara kita ini sangat baik, baik untuk upscaling, untuk rescaling ini sangat baik dan dalam jumlah yang gede banget 12,8 juta. Itu angka yang gede sekali loh, mana bisa kita offline dengan jumlah yang seperti itu? Berapa puluh tahun kita baru akan selesai.

Wartawan
Bagaimana itu, Pak, menjamin keberlangsungan program ini lima sampai tiga tahun ke depan akan tetap ada?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya asal program ini bermanfaat, pasti rakyat akan meminta dan mungkin akan belok ke ini yang lain, ke apa ke… Sekarang kan mungkin training yang banyak mungkin masalah digital, mungkin nanti berubah lagi ke urusan yang berkaitan mungkin dengan pangan, dengan energi, mungkin.

Wartawan
(Rekaman tidak terdengar dengan jelas)

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ditanyakan saja ke pemda, itu kan urusan pemerintah daerah. Puskesmas ituurusannya daerah.

Wartawan
Pak, kasus COVID-19 yang naik ini, apakah level akan naik terus?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya sementara ini positive rate-nya masih di bawah standar yang diberikan oleh WHO, tapi apapun kita harus waspada. Sejak awal meskipun belum naik, dulu kan saya sudah ngomong, enggak sekali, dua kali, tiga kali, waspada, waspada, waspada, baik oleh yang Omicron maupun yang BA.4, BA.5,

Wartawan
Pak, diprediksi puncaknya itu Juli ya, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kita berharap tidak ada kenaikan, tapi saya kira antisipasi kita sudah saya sampaikan juga sebulan, dua bulan yang lalu booster semuanya booster. Vaksinnya ada, masih ada puluhan juta. Itu segera, minta semuanya. Sekarang ini kita ingin melakukan booster, mencari pesertanya saja kesulitan

Wartawan
Pak, soal penyakit mulut dan kuku yang diderita oleh sapi-sapi Indonesia. Sejauh ini vaksinnya seperti apa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya yang paling penting, pertama, memang sudah sebetulnya sudah di-lockdown kabupaten-kabupaten atau provinsi, tapi memang berkembangnya ini kayak COVID-19.

Wartawan
Lalu vaksinnya bagaimana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kayak COVID-19 cepat, entah lewat media apa pun ya, yang jelas cepat. Padahal sudah diblok oleh Kementan dan Kepolisian, diblok. Tapi nyatanya bergerak cepat dan sekarang sudah 18 provinsi, 190 kabupaten dan kota.

Tetapi tadi malam, alhamdulillah vaksin 800 ribu sudah datang. Ini yang segera juga cepat segera, kayak COVID-19 lagi, disuntikkan cepat-cepat, cepat, sehingga bisa melindungi sapi-sapi yang lain ya. Jelas, ya.

Wartawan
Terima kasih, Bapak.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Dokter PBSI menjelaskan kondisi Jeremiah Rambitan saat ini.

Kenapa Ibu Kota Jakarta Pindah ke Kalimantan?