in

Tak Sejalan dengan Duterte, Pilih Mundur

Dionisio Santiago tidak lagi menjabat chairman Dangerous Drugs Board (DDB). Kemarin (7/11) pensiunan jenderal Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) itu mengundurkan diri setelah lima bulan menjabat. Gara-garanya, dia berbeda pendapat dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte soal panti rehabilitasi narkoba.

Dalam jumpa pers, Santiago menyatakan telah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Duterte. “Aturan nomor satu berbunyi, “Bos selalu benar”. Jika menurut Anda, bos tidak benar, selalulah kembali ke aturan nomor satu,” paparnya kepada Radyo Inquirer (stasiun radio milik jaringan media Inquirer). Meski baru menjabat pada Juni, dia merasa tidak menyesal harus lengser.

Karena makin banyaknya penjahat narkoba yang tertangkap, tahun lalu pemerintah membangun panti rehabilitasi narkoba di Nueva Ecija. Panti rehabilitasi narkoba yang seluruh biaya pembangunannya ditanggung salah seorang pebisnis kaya raya asal Tiongkok tersebut berkapasitas 10 ribu tempat tidur.

“Pemerintah salah perhitungan. Daripada pemerintah membangun pusat rehabilitasi besar-besaran seperti itu, alangkah lebih baiknya jika dana yang ada digunakan untuk mendanai program rehabilitasi sosial saja,” tutur Santiago.

Begitu komentar miring itu sampai ke telinga Duterte, Santiago lantas dipanggil ke Istana Malacanang. Dia menghadap pada Minggu (5/11). Salvador Medialdea, sekretaris eksekutif pemerintah yang juga dipercaya sebagai tangan kanan presiden, menyampaikan teguran Duterte secara langsung kepada Santiago.

“Medialdea bertemu dengan Santiago kemarin lusa (Minggu). Santiago lantas menyampaikan surat pengunduran dirinya yang hanya terdiri atas dua kalimat kemarin (Senin),” terang Arlyn dela Cruz, reporter Radyo Inquirer, kemarin. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Narkoba di Tanah Tanjung Pinang

Anggaran Pilkada Terlalu Bebani Daerah