in

Tarif Batas Atas Ancam Inflasi

Palembang, BP

Inflasi Sumatera Selatan (Sumsel) diprediksi akan di bawah rata-rata nasional, kendati demikian Bank Indonesia (BI) wilayah Sumsel memperkirakan, tarif angkutan udara yang melonjakan akan mendorong laju inflasi disamping harga komoditas yang naik menjelang natal hingga tahun baru 2017.

“Hingga akhir tahun kami masih optimis inflasi Sumsel akan di bawah nasional, jika pun prediksi inflasi di bulan ini mencapai 0,5 persen maka inflasi sekitar 3,4 persen. Selain komoditi, ya tarif angkutan udara ini, termasuk tarif angkutan lain menjelang libur panjang,” kata Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Sumsel, Hamid Ponco Wibowo, baru-baru ini.

Dia mengatakan, lonjakan trafik penumpang angkutan udara saat libur panjang ini cukup berpotensi, sebab pada maskapai acap kali menerapkan tarif batas atas yang kadang lebih dari dua kali lipat dari harga tiket yang biasa dibeli masyarakat. “Jika lonjakan penumpang tinggi, pastinya tarifnya akan meroket, ini yang dikhawatirkan akan mendorong inflasi,” jelas dia.

Sementara itu, sejak memasuki libur akhir tahun, lonjakan penumpang terus naik, bahkan terpantau tarif kenaikan tiket menembus batas atas sejak sepekan terakhir. Distik Sales Manager Citilink Palembang Bahtiar mengatakan semakin tinggi lonjakan penumpang dan tingkat keterisian kursi maka harga semakin naik dan ini biasa terjadi mendekati tanggal keberangkatan.

“Biasanya memang seperti itu, kalau pesan tiket liburan akhir tahun mendekati tanggal keberangkatan akan berlaku hingga tarif batas atas,” katanya, Rabu (30/11).

Diaktakan dia, belajar dari tahun-tahun sebelumnya tingkat keterisian penumpang pada libur akhir tahun rata-rata di 90 persen. Saat ini pun potensi lonjakan penumpang sudah mulai terjadi dan pada rute dan hari tertentu bahkan diperkirakan akan 100 persen terisi.

“Lonjakan umumnya terjadi mulai tanggal 19 Desember dan berlanjut hingga 5 Januari. Namun puncaknya diperkirakan akan terjadi mendakati Natal dan Tahun Baru atau sekitar tanggal 19 hingga taggal 23 Desember,” katanya.

Demikian dijelaskan Sales Representative Sriwijaya Air Okta Wulandari mengatakan pihaknya optimis okupansi mencapai 100 persen mendekati libur akhir tahun. Sejumlah rute potensial pun sudah siap melayani penumpang dari Kota Palembang. Bahkan, telah dilakukan ekstra flihgt rute Pangkal Pinang.

Diakui dia, rute penerbangan langsung seperti Pangkal Pinang dan Yogyakarta biasanya menjadi pilihan penerbangan yang paling diminati untuk kawasan wisata. Rute Pangkal Pinang pun dengan Nam Air bisa langsung konektik Tanjung Pandang (Belitung). “Diperkirakan okupansi akan naik hingga 100 persen jelang akhir tahun termasuk Jakarta,” jelas dia.

Untuk harga tiket pun, dijelaskan Okta akan naik mendekati batas atas, jika pemesanan dilakukan mendekati tanggal keberangkatan. Makin tingginya permintaan pun akan mendorong kenaikan harga tiket cukup signifikan dibangin dengan tarif batas bawah. “Untuk tiket batas bawah hingga saat ini masih ada,” katanya.# ren

What do you think?

Written by virgo

Satpol PP segel rumah makan penunggak pajak

Soal Tenaga Honorer, Ini Cara Bijak BKN Menyelesaikannya