Unsri dan KKP terapkan teknologi IoT untuk pembenihan ikan betok di Palembang
Sabtu, 15 Agustus 2026 21:00 WIB
Palembang (ANTARA) – Tim Pengabdian Budi daya Perairan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang bersama penyuluh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pemberdayaan sejumlah unit pembenihan rakyat (UPR) di Sumatera Selatan.
“Pemberdayaan UPR itu dilakukan dengan penerapan teknologi manipulasi hormonal dan microbubble generator berbasis Internet of Things (IoT),” kata Ketua Tim Pengabdian Budi daya Perairan Unsri Danang Yonarta di Palembang, Sumsel, Sabtu.
Menurut dia, pemberdayaan itu sebagai upaya pengembangan budi daya ikan lokal Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya ikan betok melalui penerapan teknologi microbubble generator.
“Penerapan teknologi tersebut didukung sistem pengelolaan kualitas air yang terkontrol melalui pemantauan berbasis Internet of Things (IoT), diharapkan mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan mempercepat siklus produksi,” katanya.
Dia menjelaskan kegiatan budi daya ikan banyak dilakukan oleh kelompok pembudi daya yang tergabung dalam usaha kelompok maupun secara mandiri.
Perkembangan budi daya ikan air tawar telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik dari produksi maupun peningkatan jumlah pembudi daya.
Minat masyarakat Sumsel untuk menjadikan budi daya ikan air tawar sebagai mata pencaharian mulai meningkat dalam lima tahun terakhir yang diimbangi dengan program- program pengembangan budi daya ikan air tawar.
Seiring dengan berkembangnya budi daya ikan lokal berdampak semakin tinggi pula tingkat permintaan benih yang dibutuhkan.
Ketersediaan benih yang bermutu baik dari segi kualitas maupun kuantitas merupakan faktor utama dalam usaha budi daya perikanan.
Oleh karena itu, Tim Pengabdian Budi daya Perairan Unsri melakukan pengembangan usaha budi daya ikan lokal khususnya ikan betok melalui penerapan teknologi tersebut.
Sistem produksi ikan berbasis IoT dirancang untuk mendukung kegiatan pemeliharaan, manajemen pemberian pakan, monitoring kualitas air, pengelolaan pascapanen, serta distribusi hasil produksi.
Kondisi eksisting menunjukkan bahwa kegiatan produksi ikan masih dilakukan secara tradisional dan belum terkontrol secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya yang tergabung dalam UPR Sumberiwak di Kecamatan Sukarami, Palembang, sebagai upaya memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BIMA skema Program Kemitraan Masyarakat dan penyuluh perikanan BPPSDMKP KKP atas kontribusinya untuk kegiatan tersebut,” ujar Danang Yonarta.
Sementara Penyuluh Perikanan BPPSDMKP KKP Roni Abriansyah menambahkan sebagai tenaga pendamping profesional, pihaknya siap mendukung program pengabdian Unsri itu.
“Kamj siap bertugas mendampingi nelayan, pembudi daya ikan, dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, agar usahanya lebih maju, mandiri dan ramah lingkungan,” jelas Roni.
Pembina UPR Sumberiwak Wahyu mengucapkan terima kasih kepada Tim Unsri dan penyuluh perikanan BPPSDMKP KKP karena kegiatan pengabdian itu memberikan pemahaman baru bagi unit pembenihan rakyat yang dikelolanya.
“Dalam kegiatan pembinaan dan pelatihan tersebut diperoleh pemahaman baru tentang teknologi budi daya yang berkembang modern sehingga lebih meningkatkan produksi ikan lokal,” kata Wahyu.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026