in

Vaksinasi munculkan tren positif untuk industri film

Kalau mengutip teman dari industri bioskop saat ini mulai balik 20 persen dari kondisi normal

Jakarta (ANTARA) – Pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 berdampak pada munculnya tren positif bagi industri hiburan khususnya film, setidaknya kini masyarakat mulai percaya diri untuk datang ke bioskop.

Direktur Industri Kreatif Film, Animasi, dan Televisi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Syaifullah, mengatakan saat ini industri hiburan belum sepenuhnya kembali normal. Namun, antusias masyarakat untuk datang ke bioskop mulai terlihat.

“Walau belum back to normal tapi trennya sudah mulai positif, sekarang itu kan konten lokal sudah banyak yang masuk bioskop,” kata Syaifullah saat dihubungi ANTARA pada Sabtu.

Baca juga: Film “Tjoet Nya’ Dhien” tahun 1988 tayang lagi di bioskop

Syaifullah menyebutkan ada dua film lokal yang menarik minat masyarakat untuk datang ke bioskop yakni “Tarian Lengger Maut” yang saat ini sudah menarik 221 ribu penonton dan “Kuyang” yang sudah ditonton 124 ribu orang.

Menurut Syaifullah, angka tersebut bisa dibilang luar biasa untuk masa pandemi, apalagi jumlah bioskop yang buka saat ini masih terbatas, ditambah lagi jumlah penonton dalam satu ruangan dibatasi hanya 50 persen saja.

“Terus dia juga kan hanya satu layar di setiap bioskop, misalnya di satu bioskop ada delapan layar, dia enggak dikasih enam layar, cuma satu aja. Nah itu aja dia bisa dapat 221 ribu, kalau normal dikaliin dua, terus dikali dengan jumlah bioskop harusnya bisa sejuta, logikanya,” ujar Syaifullah.

Baca juga: “Pulau Plastik” diharapkan jadi pembuka film dokumenter di bioskop

Syaifullah mengatakan tren positif pengunjung bioskop ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti konten atau film yang menarik, kampanye bioskop aman serta program vaksinasi yang membuat orang percaya diri. Syaifullah menyebutkan, saat ini laju pertumbuhan penonton bioskop mulai naik 20 persen.

“Kalau mengutip teman dari industri bioskop saat ini mulai balik 20 persen dari kondisi normal. Kalau kita lihat pertama kontribusi dari film-film yang menarik penonton baik itu lokal atau luar negeri,” kata Syaifullah.

“Jadi misalnya, begitu aku nonton dan besoknya enggak terjadi apa-apa, aku akan balik lagi ke bioskop. Repeatation-nya udah mulai banyak tapi yang jadi masalah, yang masih takut juga banyak,” imbuhnya.

Syaifullah juga mengatakan kehadiran film besar Hollywood mempengaruhi minat penonton untuk kembali ke bioskop. Setelah sekali merasakan pengalaman datang ke bioskop dan merasa aman, maka orang tersebut akan kembali lagi untuk menyaksikan film lainnya termasuk konten lokal.

Big film yang sebentar lagi masuk ‘F9’ diharapkan bisa mendorong orang akhirnya ke bioskop. ‘F9’ kan mana enak nonton di handphone, suaranya mana kerasa. Pasti kan nonton bioskop, nah saat dia nonton enggak ada kejadian apa-apa stigma negatif tentang bioskop ruang tertutup akan terbukti salah,” ujar Syaifullah.

Baca juga: Kinerja membaik, bioskop CGV kembali bertumbuh tahun ini

Baca juga: Kemenparekraf dukung restorasi film untuk bangkitkan bioskop nasional

Baca juga: Sekuel “The Boss Baby” tayang 2 Juli di bioskop dan Peacock

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

What do you think?

Written by Julliana Elora

Kelompok Kerja Satgas BLBI Resmi Dilantik

Kemenparekraf: Indonesia kekurangan penulis skenario