in

Wali mengaku terbuka ciptakan single berbahasa daerah selain Sunda

Jakarta (ANTARA) – Usai merilis single yang keseluruhan liriknya berbahasa Sunda berjudul “Kumaha Aing”, grup band Wali mengaku terbuka untuk menciptakan single-single dengan menggunakan bahasa daerah lain di Indonesia.

“Kalau nanti ada masukan bikin lagu pakai bahasa Jawa, bahasa Papua, dan sebagainya, kalau ada yang support kami, insya Allah semampu kami (akan melakukannya),” kata Apoy yang merupakan gitaris grup band tersebut saat konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Apoy mengungkapkan, ia dan rekan sesama band memang memiliki keinginan untuk memperkaya budaya nusantara lewat karya yang diciptakan. Jika belakangan lagu-lagu berbahasa Jawa sudah sangat populer, maka menurut dia, kini giliran Wali membawa bahasa Sunda untuk meramaikan industri.

“Nanti Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan akhirnya ini mengerucut pada kecintaan kita kepada NKRI,” imbuh Apoy.

Baca juga: Wali rilis single berbahasa Sunda “Kumaha Aing”

Selain menyampaikan pesan budaya, Apoy menambahkan bahwa Wali juga selalu ingin menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Mengenai single “Kumaha Aing” yang baru diluncurkan, Apoy mengatakan bahwa lirik di single tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap arogansi manusia yang kerap merasa dirinya lebih superior dibandingkan manusia lainnya. “Kumaha aing” sendiri jika dalam bahasa Indonesia berarti “terserah saya” atau “semau saya”.

“Kita harus hati-hati. Jangan sampai diksi itu melekat dalam kehidupan pribadi dan akhirnya jadi kebiasaan. Ini reminder buat kita, kita harus ingat bahwa kita tidak hidup abadi. Kekuasaan, kehebatan, superioritas yang kita punya tidak akan abadi,” ujar Apoy.

Bahasa Sunda sendiri dipilih sebab dua anggota Wali yakni Apoy dan Faank merupakan orang Sunda. Selain itu, bagi Apoy, dirinya juga ingin membuat orang tua bahagia.

“Kita pengin juga menyenangkan orang tua yang notabene orang Sunda. Jadi meskipun anaknya kurang bisa bahasa Sunda, tapi bisa nyanyi lagu Sunda. Jadi penginnya begitu, nyenengin di mana tempat kami lahir,” katanya.

Baca juga: Terinspirasi petugas medis, Wali rilis “Kisah Pahlawan Bermasker”

Baca juga: Lembaga sosial Wali Band digandeng Baznas Banten rehabilitasi mushala

Baca juga: Wali berkurban sambil hibur warga Kademangan

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2023

What do you think?

Written by Julliana Elora

Mengunjungi dunia es Volga Manor

Maikhael Muskita raih perak pada kejuaraan tinju Asia 2023 di Thailand