

YPAN bekali guru SD Banyuasin hadapi mata pelajaran wajib Bahasa Inggris
Senin, 26 Oktober 2026 13:17 WIB

Palembang (ANTARA) – Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar program Professional English Training bagi puluhan guru dan kepala sekolah tingkat sekolah dasar untuk menyiapkan tenaga pendidik menyusul kebijakan wajib mata pelajaran Bahasa Inggris mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pelatihan bertajuk “English Professional and Sustainable Instructional Leadership” itu berlangsung di Yogyakarta pada 25–28 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 84 guru dan 40 kepala sekolah dari Kabupaten Banyuasin.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Yosi Zartini mengatakan bahwa pelatihan tersebut krusial bagi para pendidik guna menguasai materi dasar Bahasa Inggris secara komprehensif. Materi yang diberikan meliputi Fundamental English Grammar, Sentence Patterns & Expressions, Gerund & Verb Forms, hingga Advanced Sentence Structure dengan pendekatan logika tanpa menghafal rumus.
“Pelatihan ini menjadi langkah persiapan agar para guru SD siap mengajar Bahasa Inggris saat resmi menjadi mata pelajaran wajib. Mengingat regulasi Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, persiapan dini sangat diperlukan,” ujar Yosi di Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, mata pelajaran Bahasa Inggris bersifat pilihan hingga tahun ajaran 2026/2027 dan wajib diterapkan mulai tahun ajaran 2027/2028 dengan alokasi minimal dua jam per minggu untuk peserta didik kelas 3 hingga kelas 6 SD.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut positif kebijakan tersebut demi meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan EF English Proficiency Index 2025, kemampuan bahasa Inggris Indonesia berada di peringkat ke-80 dari 123 negara di dunia, sehingga peningkatan kualitas pengajaran sejak dini dinilai mendesak.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan, melalui kerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan YPAN, pemkab memastikan para kepala sekolah dan guru tidak tinggal diam menghadapi transisi kurikulum ini. Selain pelatihan teknis pengajaran, para peserta juga melakukan studi banding ke sejumlah lembaga pendidikan di Yogyakarta yang menerapkan metode pengajaran bahasa Inggris.
Sementara itu, Ketua YPAN Siti Nurkhayati mengapresiasi semangat para guru dari daerah pelosok Banyuasin yang antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap para pendidik mampu mentransfer ilmu yang didapat langsung ke ruang kelas masing-masing.
“YPAN berkomitmen menjadi katalisator transformasi pendidikan dan pengembangan SDM nasional. Hingga kini, kami telah menjangkau lebih dari 251.497 peserta pelatihan di 275 kabupaten,” kata Nurkhayati.
Partini, salah satu peserta pelatihan yang mengajar di SDN 12 Muara Sugihan, Banyuasin, mengaku terbantu dengan program ini. Sebagai guru di daerah pelosok, ia merasa membutuhkan banyak bimbingan untuk menguasai teknik pengajaran bahasa Inggris yang efektif.
“Saya berharap pelatihan ini dapat diterapkan secara langsung di sekolah untuk menghilangkan rasa takut siswa dalam mempelajari dan melafalkan bahasa Inggris,” ujarnya. (*)
Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026