Beranda Nasional 300 Warga Pariaman Menderita Kanker

300 Warga Pariaman Menderita Kanker

167
0
BERBAGI

YKI: Terbanyak Pengidap Kanker Payudara 

Jumlah penderita kanker di Kota Pariaman ternyata cukup banyak. Penderita terbanyak didominasi kanker payudara. Periksa payudara sendiri (sadari) merupakan langkah awal untuk mendeteksi jenis kanker ini.

Data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Pariaman menunjukan jumlah penderita kanker di Kota Pariaman saat ini mencapai 300 orang.

Dengan rincian penderita lima jenis terbanyak adalah kanker payudara mencapai 109 orang, kanker getah bening 50 orang, kanker serviks 45 orang, kanker hati 37 orang dan kanker paru 25 orang.

“Untuk menekan pertumbuhan penderita, kami selalu mensosialisasikan kepada warga melalui dasawisma untuk rutin lakukan deteksi dini. Di antaranya periksa payudara sendiri (sadari) untuk pencegahan kanker payudara dan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi kanker serviks,” ujar Ketua YKI Kota Pariaman dr Lucyanel Arlym kepada Padang Ekspres kemarin (6/2).

Sosialisasi lakukan ‘sadari’ dalam berbagai kesempatan diajarkan langsung oleh dokter yang berpengalaman di bidangnya. Sedangkan untuk tes IVA bisa dilakukan di puskesmas tanpa dikenakan biaya.

“Nah jika terindentifikasi, langsung segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Bagi pengguna BPJS  pengobatan kanker ini ditanggung sepenuhnya,” ingat Lucy. 

Kenyataan yang sering ditemukan di lapangan, penderita kanker payudara yang terdeteksi awal, menolak untuk diangkat payudaranya kemudian memilih mencari alternatif. Penderita baru kembali ke pengobatan medis saat kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.

Sementara untuk jenis kanker lainnya memang belum bisa di deteksi dini. Namun melakukan pola hidup sehat dengan metode ‘CERDIK’. 

CERDIK ini, jelas Lucy, singkatan dari “C” singkatan cek kesehatan secara berkala, seperti tekanan darah, kadar gula darah dan berat badan. Sedangkan “E” singkatan dari enyahkan asap rokok, meskipun sulit, Ia menyebut hal ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga. 

Sementara “R”, singkatan rajin berolahraga secara teratur, peredaran darah yang lancar diyakini menghambat tumbuh dan berkembangnya sel kanker. Untuk “D” singkatan diet seimbang dan “I” adalah istirahat yang cukup serta “K”, kelola stres.

“Jika sudah melakukan pola hidup sehat, biasanya sel kanker sulit hidup dan tumbuh. Untuk itu, mari budayakan hidup sehat cerdik, dimulai dari lingkunhan keluarga,” imbaunya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.