Beranda Nasional Banjir Setinggi 2 Meter Terjang Kota Solok

Banjir Setinggi 2 Meter Terjang Kota Solok

57
0
BERBAGI

SOLOK, METRO
Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda selama beberapa jam, mengakibatkan wilayah Solok Raya (Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan) dikepung bencana banjir sejak Selasa dinihari (12/1). Ribuan jiwa terdampak bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba disaat warga sedang enaknya terlelap tidur.

Banjir yang disebabkan meluapnya sungai-sungai di wilayah itu. Yang terparah, banjir di Kota Solok. Malam itu menurut warga, situasi sempat mencekam. Warga panik ketika mendapati air sudah merendam rumah dan perabotan mereka. Air yang semakin meninggi, membuat warga terpaksa meninggalkan rumahnya mencari tempat yang lebih aman.

Bencana banjir tidak hanya merencam permukiman, namun lahan-lahan pertanian dan fasilitas umum juga ikut rusak diterjang banjir. Bahkan, badan jalan dan jembatan yang menghubungkan antarnagari putus dihantam derasnya banjir. Namun, hingga berita ini diturunkan, air sudah mulai surut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur mengatakan, banjir merendam daerah itu setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur daerah tersebut sejak Senin malam (11/1).

“Di Kabupaten Solok, pihaknya mencatat banjir mulai merendam rumah warga Selasa dini hari (12/1) seitar pukul 01.30 WIB. Ada dua kecamatan, yaitu kecamatan Bukit Sundi dan Kubung yang dilanda banjir,” ungkap Rumainur.

Sementara, di Kota Solok, dikatakan Rumainur, banjir mulai memasuki pemukiman warga pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB. Di daerah ini banjir merendam sembilan kelurahan dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuak Sikarah dan Tanjung Harapan.

“Di Kabupaten Solok Selatan, banjir terjadi pukul 01.30 WIB. Banjir merendam rumah warga di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sungai Pagu. Jadi di Solok Selatan ada dua kecamatan yang diterjang bencana banjir,” kata Rumainur.

Dijelaskan Rumainur, pihaknya bersama dengan beberapa unsur terkait sudah melakukan evakusi terhadap warga yang terdampak serta melakukan pendataan dan memberikan sejumlah bantuan. Dari laporan terbaru, banjir saat ini sudah mulai surut setelah hujan berhenti.

“Banjir terparah terjadi di Kota Solok, banjir hampir mencapai dua meter lebih. Dengan adanya bencana banjir ini, saya mengimbau agar warga tetap selalu waspada terhadap banjir susulan jika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur daerah tersebut,” ungkap Rumainur.

Banjir Kabupaten Solok
Hujan yang mengguyur semenjak Senin sore memicu meluapnya aliran sungai yang dikawasan Kabupaten Solok yang bermuara ke aliran Batang Lembang. Bahkan air bah juga terjadi di nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya menyapu lahan pertanian masyarakat setempat.

Dari data sementara yang tercatat di BPBD Kabupaten Solok, setidaknya sejumlah fasilitas umum mengalimi kerusakan. Ruas jalan di jorong Kayu Janguik, jorong Taratak, nagari Talang Babungo putus terbawa banjir.

Akibatnya menurut Armen, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, sebanyak 200 KK yang berdiam di kawasan itu terisolasi. Tidak saja jalan terputus akibat banjir, jembatan penghubung antar nagari Batu Banyak dengan nagari Limau Lunggo di Kecamatan Lembang Jaya ambruk dihantam banjir.

“Selain itu sejumlah sekolah dan ribuan rumah milik masyarakat terendam banjir. Di nagari Koto Baru tercatat sebanyak 189 KK berdampak banjir. Di nagari Selayo tercatat sebanyak 800 KK terpaksa mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir.

Sementara dinagari Muaro Paneh sebanyak 500 KK dilaporkan terdampak banjir,” ungkap Armen.

Banjir Kota Solok
Meluapnya aliran Batang Lembang mengakibatkan sejumlah kawasan terendam air di Kota Solok. Setidaknya 9 kelurahan dari 13 kelurahan yang ada di Kota Solok terdampak banjir dengan 8.054 jiwa.

Banjir yang melanda Kota Solok kali ini dinilai yang terparah dalam kurun waktu 20 tahun belakangan ini. Bahkan kawasan jalan Bypass Kota Solok tidak dapat dilewati kendaran akibat derasnya banjir. Petugas BPBD Kota Solok dibantu instansi terkait lainya terpaksa mengevakuasi warga karena ketinggian banjir yang merendam pemukiman warga cukup tinggi.

Kalaksa BPBD Kota Solok, Iklas mengatakan, untuk keselamatan warga yang rumahnya terkena banjir terpaksa dievakuasi petugas malam itu. Menurutnya air akibat meluapnya aliran Batang Lembang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dinihari.

“Derasnya hujan yang mengguyur membuat banjir begitu cepat merendam rumah rumah warga. Kawasan yang paling terdampak akibat banjir terjadi di kawasan KTK dan XI Korong. Sebagian besar warga harus diungsikan ketempat yang lebih tinggi lantaran banjir yang merendam hampir mencapai dua meter lebih,” kata Iklas.

Iklas menuturkan, data dari posko penanganan Banjir di kantor Balaikota Solok, 6 kelurahan terdampak di kecamatan Lubuk Sikarah diantaranya Sinapa Piliang, IX Korong, KTK, Aro IV Korong, VI Suku dan Tanah Garam. Kemudian, di kecamatan Tanjung Harapan, sebanyak 3 kelurahan terdampak diantaranya kelurahan Koto Panjang, kelurahan Nan Balimo serta kelurahan Pasir Pandan Air Mati (PPA).

“Total, sebanyak 1.730 Kepala Keluarga atau 8.045 jiwa terdampak banjir di kota Solok. Hingga kini, belum ada dilaporkan kasus meninggal dunia akibat bencana banjir,” ungkap Iklas.

Sementara, data yang dihimpun korban ini, di Kecamatan Lubuk Sikarah, kelurahan KTK, seluruh wilayah terdampak banjir. Sebanyak 429 KK dengan 2.353 jiwa, 6 bayi, 14 Balita terdampak. Kelurahan IX Korong seluruh wilayah terdampak banjir, dengan jumlah 555 KK, 2.250 jiwa terdampak. Kelurahan VI Suku, 44 KK, 189 jiwa, dan sebagian wilayah terdampak banjir.

Selanjutnya, Kelurahan Sinapa Piliang, 208 KK, 900 jiwa seluruh wilayah terdampak banjir. Kelurahan Aro IV Korong, 143 KK, 674 jiwa, 6 bayi, 14 balita, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Tanah Garam, 89 KK, 415 jiwa, sebagian wilayah terdampak banjir.

Sementara di Kecamatan Tanjung Harapan, di Kelurahan Nan Balimo, 49 KK, 236 jiwa, 5 bayi, 6 balita, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan PPA, 30 KK, 120 jiwa, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Koto Panjang 183 KK, 908 jiwa, 6 bayi, 28 balita, 6 ibu hamil, 26 lansia, seluruh wilayah terdampak. (vko)