Beranda Nasional Cerita Pilu Pesenam Palembang, Tak Diurusi Manajer, Juara Umum, Hingga Lapor ke...

Cerita Pilu Pesenam Palembang, Tak Diurusi Manajer, Juara Umum, Hingga Lapor ke Sekda

227
0
BERBAGI

Atlet senam Kota Palembang saat meraih medali emas pada Porprov XII di Prabumulih.

Palembang, BP–Tim senam Kota Palembang berhasil menorehkan prestasi luar biasa pada Pesta Olahraga Bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XII di Kota Prabumulih.

Para pesenam asal Bumi Sriwijaya ini berdiri kokoh dengan memimpin klasmen lewat torehan tujuh medali emas, enam perak, dan dua perunggu. Hasil ini membawa Palembang menjadi juara umum di cabang olahraga senam pada multievent olahraga di Kota Nanas ini.

Tujuh medali emas ditorehkan melalui Iini nomor beregu putra, all round putra, perorangan putri lantai, perorangan putri volting, perorangan putri beem, perorangan alat gada dan perorangan alat pita.

Menariknya lagi, torehan ini melampui target yang dibidik pada Porprov 2019 yang hanya menargetkan  keping emas dan terus di-support dan dikawal selama pertandingan oleh KONI Palembang.

Sayangnya kabar gembira ini juga menorehkan luka bagi para atlet senam Palembang yang berjuang hingga tahta juara umum. Di saat para atlet yang di-support oleh para manager yang ditunjuk oleh Walikota Palembang, atlet senam justru sama sekali tak di-support. Mulai pelepasan, pertandingan hingga pertandingan usai pun tak ada kabar dari manajer.

“Dari awal pelepasan sampai di Prabu, manajer tak ada kabar. Kasihan anak-anak. Saya akan laporkan ini ke Pak Sekda Palembang selaku Ketua Kontingen,” tegas Pelatih Senam Zulkifli, Rabu (20/11).

Zulkifli menyebutkan berdasarkan data manajer dari Walikota Palembang cabang olahraga di–support oleh dua manajer dari Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Palembang dan Kabag Administrasi Pembangunan Palembang.

Ia menambahkan dari gerbong pesenam Palembang yang dibawa di ajang ini, senam mampu menorehkan hasil tertinggi dengan tujuh keping emas dan diikuti enam emas Lubuklinggau dan dua emas dari OKU sebagai klasmen tiga teratas.

“Target awal memang lima emas, tapi dengan perjuangan anak-anak sehingga bisa raih tujuh emas. Meski kasihan tak ada support dari manager apalagi uang saku,” keluhnya.

Kendati meraih juara umum, pesenam Palembang tak mudah jumawa. Sehingga prestasi ini terus menjadi evaluasi untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi ke depannya.

“Setidaknya di Porprov XIII di OKU Selatan 2021 nanti, persiapan harus lebih matang lagi,” jelasnya.

Menurutnya, ia tak kemudian mendahului dengan membidik target yang terlalu tinggi pada Porprov musim depan. Selain terlalu dini, juga butuh persiapaan.

“Ya, gak muluk-muluk. Minimal sama tujuh emas seperti sekarang,” pungkasnya. #sug