Beranda Nasional Dirut PDAM Ditarik ke Balai Kota

Dirut PDAM Ditarik ke Balai Kota

304
0
BERBAGI

Wako: Muswendry Memilih ASN

Isu mutasi pimpinan PDAM Kota Padang yang berhembus sejak beberapa hari belakangan akhirnya terjawab. Direktur Utama (Dirut) PDAM Padang yang dijabat Muswendry Evytes ditarik ke Pemko Padang. Terhitung sejak Senin, (10/7), Muswendry tak lagi menjabat sebagai dirut. Selanjutnya ia akan bertugas di Balai Kota Padang.

“Memang benar, semenjak Senin (10/7), saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Dirut PDAM. Saat ini saya sedang mengurus berbagai dokumen terkait kepindahan saya ke balai kota. Efektifnya, mungkin Senin depan saya akan mulai bekerja kembali dengan jabatan baru saya itu,” ujar Muswendry Evytes dihubungi via telepon genggan kemarin (11/7).

Terkait mutasi itu, ia tidak mau berspekulasi. Muswendry hanya mengatakan, mutasi hal yang lumrah sebagai salah satu bentuk penyegaran. “Selama ini saya selalu bekerja dengan ikhlas. Jadi kapan pun saya dipindahkan saya selalu siap dan tidak mempermasalahkannya. Kalau kita berburuk sangka kepada pimpinan, tidak ada juga gunanya. Lebih baik kita menuruti kebijakan yang dilakukan dan mungkin ini jalan yang terbaik buat saya,” tuturnya.

Ditambahkannya, sampai saat ini kursi yang ditinggalkannya masih kosong. “Mungkin dalam waktu dekat Pemko akan mengumumkannya. Saat ini saya tidak tahu apa-apa soal sosok yang akan mengisi jabatan tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah membenarkan pergantian dirut PDAM tersebut. “Memang benar, ada 2 orang ASN/PNS yang kita tarik ke Pemko, dirut dan pengawas,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut, dirut PDAM ditarik ke Pemko karena memang ada komitmen jajaran direktur harus melepaskan status ASN/PNS. “Jadi selama hampir 2 tahun menjabat sebagai dirut, beliau ingin tetap menjadi ASN. Sesuai komitmen itu, kami komunikasikan dan beliau memilih ASN. Maka kita tarik beliau ke Pemko,” jelas Mahyeldi.

Untuk pengganti Muswendry, Mahyeldi menyebut bisa berasal dari internal PDAM maupun luar PDAM. “Masih dalam proses, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini. Seandainya nanti kita mau penggantinya dari luar, kita akan lakukan seleksi (lelang jabatan, red). Kalau tidak, kita ambil dari calon yang mengikuti seleksi dulu,” tukasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.