Beranda Nasional Dua Bulan Dirayu, Siswi SMP Sudah Digituin

Dua Bulan Dirayu, Siswi SMP Sudah Digituin

428
0
BERBAGI
MS, tersangka

Kenalan di Facebook, Berujung Pencabulan

Tak sengaja kenalan dengan lelaki di Facebook akhirnya membuat Bunga (14), sebut saja begitu, harus menelan pil pahit sepanjang hidupnya. Kegadisannya direnggut paksa. 

Tanjungpinang – siswi salah satu SMP di Tanjungpinang ini pun menyesali perkenalannya dengan MS (21), lelaki yang sering merayunya di media sosial (medsos) Facebook.

Awalnya, mereka kenalan di Facebook sekitar November 2016 lalu. Mengetahui Bunga masih muda, MS kerap mengirimkan pesan ke Bunga. Awalnya Bunga tidak begitu menanggapinya.

Namun, lantaran MS kerap menyapanya, akhirnya Bunga pun mau chating dengan pria yang belakangan diketahui tak memiliki pekerjaan tetap tersebut.

Setiap kali chating dengan Bunga, ada saja kata-kata MS yang membuat gadis ingusan itu senang. Hal itu juga yang membuat dua insan berbeda ini makin sering chating.

Sekitar dua bulan kenalan di Facebook dan mulai dekat secara komunikasi, akhirnya MS memberanikan diri untuk meminta nomor hape Bunga. Sebagai teman, Bunga pun tak keberatan memberikan nomor hp-nya.

Sejak itu, MS makin gencar menghubungi Bunga. Kali ini, MS merayu Bunga dengan berbagai cara. Dengan polosnya, akhirnya Bunga mau ketika diajak bertemu.

Setelah pertemuan itu, MS tidak puas. Ia kembali mengatur siasat untuk mengajak Bunga bertemu sekaligus jalan-jalan. Kemudian, MS menghubungi Bunga dan mengajak ketemuan.
Waktu itu, Bunga sedang sekolah. Lantaran diajak ketemuan, Bunga pun bolos dari sekolah. Ia langsung menemui MS di tempat mereka janjian.

MS memanfaatkan waktu itu untuk mengajak Bunga ke tempat kosnya di daerah Bhayangkara. Kejadian itu, tanggal 6 Januari 2017 sekitar pukul 08.00.

Setibanya di tempat kos pelaku, Bunga dirayu habis-habisan. Bahkan, Bunga dirayu agar mau melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Tentu saja Bunga menolaknya. Bunga tak ingin hartanya yang paling mahal itu hilang begitu saja. Bunga tidak mau digituin.

Meski Bunga tidak mau, pelaku tetap memaksanya. Pelaku pun membuka pakaian Bunga. Wanita yang masih bau kencur ini terus menolak dan meronta.

Namun, karena tenaganya tidak sebanding, akhirnya pelaku berhasil meniduri Bunga. Anehnya, kejadian itu malah dilakukan hingga dua kali.

Pulang dari tempat kos pelaku, Bunga merasa kesakitan di bagian selangkangannya. Akhirnya Bunga melapor kepada neneknya.

Neneknya pun langsung melapor ke Babinkantibmas. Mendapat laporan dari warga, Babinkantibmas langsung koordinasi dengan Polsek Tanjungpinang Barat.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro melalui Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Yuhendri mengatakan, pelaku memaksa membuka celana korban untuk melakukan perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan tersebut.

”Pencabulan itu akhirnya terjadi sebanyak dua kali dan mengakibatkan korban mengalami kesakitan pada alat kelaminnya,” ungkapnya.

Kapolsek menyebutkan, pelaku MS di tangkap di tempat kosnya setelah adanya laporan dari nenek korban kepada anggota Babinkantibmas.

”Dari laporan neneknya kepada Babinkantibmas, tersangka langsung kita tangkap,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Kapolsek, pelaku mengakui telah melakukan perbuatan asusila kepada korban karena merasa hubungan persahabatan mereka telah dekat dan menganggap korban sebagai pacarnya.

”Perbuatan tersangka dapat kita jerat sesuai Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang -Undang No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Menurut Yuhendri, kejadian tersebut hendaknya dapat menjadi pelajaran dan perhatian terutama bagi orang tua untuk selalu mengawasi kondisi anak-anak mereka dalam menggunakan Facebook agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Karena sudah banyak sekali contoh kejadian serupa sebelumnya.

Kasus seperti ini sudah banyak terjadi. Bahkan, media sosial salah satu penyebab banyaknya perceraian. Ketemu mantan di Facebook, akhirnya hubungan dijalin kembali kemudian selingkuh. Ujung-ujungnya, rumah tangganya hancur.

Yuhendri mengatakan, pengguna media sosial hendaknya menggunakan media ini untuk kebaikan semata saja. Jangan sampai merugikan diri sendiri terlebih keluarga. (RAYMON SANDY)