Beranda Nasional Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Sakit, KPK OTT Wali Kota Cimahi Ajay Priatna

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Sakit, KPK OTT Wali Kota Cimahi Ajay Priatna

66
0
BERBAGI

Cimahi, METRO
Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menangkap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (27/11).

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan Ajay diduga melakukan korupsi terkait proyek pengadaan pembangunan rumah sakit di Cimahi. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, KPK mengamankan 10 orang di Kota Cimahi, Bandung, Jawa Barat.

“Jumat 27 November 2020, sekitar jam 10.40 WIB, KPK telah mengamankan sekitar 10 orang di wilayah Bandung Jawa Barat. Termasuk di antaranya adalah Wali Kota Cimahi, pejabat Pemkot Cimahi dan beberapa orang unsur swasta,” kata

Ali menyampaikan, tangkap tangan terhadap Ajay Priatna berkaitan dengan dugaan korupsi izin pembangunan rumah sakit di Kota Cimahi. Lembaga antirasuah juga turut mengamankan uang ratusan juta dalam operasi senyap ini.

“Turut diamankan dalam kegiatan tangkap tangan ini uang dalam pecahan rupiah setidaknya sekitar Rp 425 juta dan dokumen keuangan dari pihak RS,” ujar Ali.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (27/11) sore.

Ajay masuk bersama tim penyidik diam-diam melewati pintu belakang KPK. Biasanya, para pihak yang diamankan KPK digelandang lewat depan Gedung KPK.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, setibanya di gedung lembaga antirasuah itu, Ajay langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.

“Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan,” kata Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (27/11).

Fikri belum mau merinci para pihak lainnya yang turut diamankan dan diperiksa tim penyidik. “KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Fikri juga memastikan, akan memberikan informasi rinci mengenai OTT ini, termasuk para pihak yang diamankan dan barang bukti yang disita akan disampaikan dalam konferensi pers, Sabtu (28/11) besok,” ungkap. (jpc)