in

Gempa Iran-Irak, 407 Orang Tewas

Di rumahnya, Pourya Badrkhani sedang menonton televisi ketika guncangan hebat membuatnya terlempar dari kursi. Paham apa yang terjadi, guru musik yang tinggal di Kota Kermanshah, Provinsi Kermanshah, Iran, itu pun langsung lari keluar rumah. Di luar, tetangga kanan dan kiri rumahnya sudah berkumpul. Kecemasan tergambar jelas di wajah mereka. 

Sekitar 148 kilometer dari rumah Badrkhani, tepatnya di Kota Sarpol-e-Zahab, Kokab Fard merasakan hal yang sama. ”Saya langsung lari ke luar apartemen begitu merasakan guncangan. Sesaat kemudian, gedung apartemen yang saya huni ambruk,” kata ibu rumah tangga berusia 49 tahun tersebut. Fard selamat, tapi dia tak punya apa-apa lagi. Seluruh harta bendanya lenyap bersama dengan ambruknya apartemen. 

Minggu (12/11), gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) itu mengguncang perbatasan Iran dan Irak sekitar pukul 21.19 waktu setempat. Badan Survei Geologi Amerika Serikat alias US Geological Survey (USGS) menyatakan bahwa pusat gempat berada di titik yang berjarak sekitar 30 kilometer di sisi barat daya Kota Halabja, Provinsi Halabja, Irak. 

”Episentrum berada pada kedalaman 23 kilometer dari permukaan tanah.” Demikian bunyi keterangan resmi USGS tentang gempa dahsyat Minggu malam tersebut. Saking kuatnya guncangan yang ditimbulkan, getaran gempa juga dirasakan oleh penduduk Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki. Guncangan pertama yang hebat itu diikuti dengan sedikitnya 100 getaran gempa susulan. 

Dalam hitungan menit, gempa bumi di perbatasan Iran dan Irak tersebut menerbitkan duka mendalam. Sampai berita ini diketik, sedikitnya 407 nyawa melayang akibat gempa. Sedangkan, sekitar 6.700 lainnya terluka. Sebagian besar korban adalah penduduk Sarpol-e-Zahab. Kota berpenduduk sekitar 45.000 orang yang terletak di  Zagros Mountains itu porak-poranda. 

Di wilayah Irak, gempa menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar 535 yang lain. Kementerian Dalam Negeri Irak melaporkan bahwa seluruh korban berasal dari kawasan utara KRG (Kurdistan Regional Government). Kendati frekuensi guncangan makin berkurang, Badan Meteorologi Irak mengimbau warga untuk tidak kembali ke dalam rumah atau apartemen. Demi keamanan, mereka juga tak boleh menggunakan lift.

Karena banyaknya korban jiwa di sisi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyatakan bela sungkawa. Pemimpin tertinggi Negeri Para Mullah itu meminta pemerintah cepat tanggap. Dia berharap, bantuan bagi para korban bisa segera didistrusikan. Khususnya, di Sarpol-e-Zahab yang nyaris seluruh bangunannya rata dengan tanah. 

Hari ini (14/11), Presiden Hassan Rouhani dijadwalkan meninjau lokasi bencana. Total, ada 14 provinsi Iran yang terdampak gempa. Kemarin, bantuan mulai berdatangan dari negara-negara sahabat. Di ibu kota, warga berbondong-bondong menyumbangkan darah mereka untuk para korban. Salah satu pendonornya adalah Badrkhani. Dia merasa bersyukur masih diberi keselamatan. Maka, dia ingin membantu para korban yang lain.

Abdul-Karim Abdullah Taqi, pakar gempa Irak, menyatakan bahwa korban dari sisi Irak tidak sebanyak Iran. Itu karena struktur tanah dua negara berbeda. Irak, menurut dia, cenderung menyerap getaran. “Arah dan angle patahan saat terjadi gempa sangat menentukan banyak sedikitnya korban dan kerusakan,” katanya. 

Kali ini, menurut Taqi, Irak beruntung. Sebab, patahan itu mengarah ke Iran yang memang tercatat sebagai salah satu negara paling rawan gempa. Negeri Persia itu terletak di persimpangan beberapa patahan (sesar). Termasuk, dua patahan besar Arabia dan Eurasia. Oleh karena itu, aktivitas seismik bawah tanah di Iran sangat tinggi dan membuat negara tersebut sering diguncang gempa. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Penjagaan di Polres-Polres Diperketat

Pabrikan Minta Kejelasan Insentif Mobil Listrik