Beranda Nasional Ini dia, 6 Akibat Apabila Tidur Lebih dari 8 Jam Sehari, yang...

Ini dia, 6 Akibat Apabila Tidur Lebih dari 8 Jam Sehari, yang Harus Kamu Waspada !

498
0
BERBAGI

Tidur memang menjadi sebuah kegitan yang sangat diperlukan oleh tubuh seseorang. Semua itu dikarenakan, disaat sudah melakukan berbagai macam aktifitas seharian, tidur sangat dibutuhkan sekali oleh tubuh, guna untuk mencapai berbagai macam tujuan penting, yang mana sifatnya lebih mengarah ke kesehatan. Namun, bagaimnakah jika tidur yang dilakukan oleh seseorang melebihi 8 jam lamanya ? tentu saja hal demikian tidaklah normal.

Sebaiknya kebiasaan tidak baik itu, segera anda hentikan, karena bisa menimbulkan berbagai dampak yang begitu tidak baik untuk kesehatan anda. Seperti yang didapatkan dari situs Web MD, ternyata ada beberapa masalah penyakit yang sering dialami oleh mereka yang melakukan banyak sekali tidur. Yang mana sebuah studi telah dilakukan oleh Universitas Boston.

Baca Juga : 24 Manfaat Buah Delima untuk Kesehatan dan Kecantikan

Dan memprediksi bahwa orang-orang yang melakukan kegiatan tidur yang lebih dari sembilan jam lamanya bisa menderita penyakit yang bernama demensia sekitar 6x lebih berisiko menderita penyakit tersebut. Selain itu, juga ada beberapa penyakit lainnya, yang tergolong berbahaya, dikarenakan seseorang yang melakukan kegiatan tidur yang melebihan 8 jam sehari. Seperti apa ? Silahkan disimak berikut ini.

1. Diabetes

Sebuah studi yang dilakukan sudah menemukan hal yang mengejutkan, yakni bahwa seseorang yang melakukan tidur lama atau bahkan kurang tidur pada setiap harinya lebih memiliki potensi besar untuk mengidap penyakit diabetes. Lebih khusus untuk penyakit diabetes tipe dua, biasanya mereka akan lebih sering untuk mengalami sleep apnea, yang mana kondisi ini memungkinkan untuk terganggunya saluran pernapasan si penderita dikarenakan tidur, sehingga hal tersebut menyebabkan timbulnya dengkuran yang hebat. 

Hal yang seperti ini nantinya akan membuat waktu tidur dari diabetesi berakhirnya dengan waktu tidur yang lebih lama dari biasanya. Untuk idealnya, para penderita diabetes haruslah tidur sekitar kurang lebih 8 jam lamanya guna mendapatkan waktu yang tepat. Seorang ahli penyakit endokrin yang berasal dari Universitas California, San Francisco bernama Madhu H. Rao, MD, mengatakan bahwa

Disaat seseorang mengalami kesulitan akan tidur, cobalah untuk tetap fokus melakukan jadwal seperti biasanya, Dan tetaplah lah selalu bangun dan tidur dengan begitu teratur, agar dapat memberikan pengembalian terhadap regulasi tubuh“.

2. Obesitas

Kekurangan akan tidur atau bahkan melakukan kegiatan tidur terlalu banyak bisa memberikan efek terhadap kenaikan berat badan seseorang yang bisa melonjak secara begitu drastis. Sebuah studi yang bersangkutan dengan ini sudah menjelaskan bahwa mereka yang melakukan tidur lebih dari sembilan bahkan hingga lebih sepuluh jam lamanya, memiliki tingkat terkena obesitas lebih tinggi sebesar 21 persen.

Namun pengaruh dari kenaikan berat badan ini juga harus didukung oleh beberapa faktor, seperti misalnya faktor keseringan seseorang melakukan olahraga, dan juga faktor asupan makan seseorang pada setiap harinya.

3. Sakit kepala

Para peneliti percaya bahwa efek yang ditimbulkan dari terlalu lama seseorang melakukan kegiatan tidur adalah bisa mempengaruhi sel saraf orang yang melakukannya, yang mana pada akhirnya bisa membawa neuron ke otak. Jika seandainya seseorang melakukan tidur terlalu lama pada siang harinya, maka dia akan merasakan gangguan akan tidur pada malam hari.

Sering kali gangguan yang mereka derita pada akhirnya menyebabkan timbulnya sakit kepala disaat bangun pada pagi harinya. Selain itu, dampak buruk yang bisa timbul akibat terlalu banyak tidur, ialah bisa memberikan kerusakan terhadap memori otak, yang mana hal tersebut menyebabkan penurunan terhadap fungsi kognitif seseorang. Selain itu, beberapa resiko besar yang bisa diderita seperti alzheimer, demensia, dan juga penyakit degeneratif.

4. Sakit punggung

Sakit punggung yang diderita oleh seseorang bisa terlahir akibat beberapa faktor, dan salah satunya bisa terjadi akibat dari tidur. Jika seseorang salah dalam melakukan posisi tidur atau bahkan bantal yang dia gunakan dalam kondisi miring yang tidak sehat, maka ini bisa saja terjadi. Namun selain itu, ketika seseorang melakukan tidur dalam waktu yang lama, ditambah dengan posisi dari tidur yang tidak benar, serta dengan adanya kasur yang tidak nyaman.

Maka hal seperti ini justru lebih memperparah sakit pinggang yang diderita oleh seseorang. Oleh sebab itu, selain memperhatikan posisi tidur, dan kenyamanan tidur, penggunaan waktu tidur yang normal juga haruslah anda perhatikan dengan benar-benar disini, agar gangguan rasa sakit di pinggang tidak anda alami.

5. Depresi

Insomnia yang anda alami, sering kali memiliki kaitan erat dengan depresi akibat anda yang kurang akan tidur. Namun disisi lain, rasa depresi yang muncul bisa memberikan peningkatan akan keinginan untuk terus tidur. Dan apabila kondisi yang seperti ini terus-menerus dibiarkan, maka bisa memberikan efek yang sangat buruk bagi kesehatan si penderita, karena bisa menjadi pengganggu untuk mendapatkan jadwal tidur yang normal atau yang seharusnya.

Sehingga pada akhirnya bisa memberikan berbagai rangkaian dampak kesehatan yang tidak ingin orang alami, seperti misalnya penurunan terhadap nafsu makan seseorang, sistem imun menjadi melemah, sering mengalami kelelahan dan bahkan bisa berujung dengan terjadinya serangan jantung.

6. Penyakit jantung

Sebuah studi yang telah dilakukan, memberikan sebuah kejutan, yakni sebanyak 72 ribu wanita yang mengalami tidur yang lama, yakni sembilan jam, dan bahkan ada juga yang mencapai 11 jam, memiliki peningkatakn sebanyak 38 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung, jika dibandingkan dengan mereka yang tidur dalam waktu yang normal yakni delapan jam perharinya.

Oleh sebab itu mulailah dari sekarnag untuk memberikan “Aturan” terhadap jadwal tidur anda, yang mana harus sesuai dengan standard yang ada, dan dengan membuat diri menjadi lebih baik, maka hal tersebut juga bisa memberikan penurunan terhadap dampak buruk yang akan dialami oleh tubuh.