Beranda Nasional Investor Menanti Kebijakan Menteri Baru

Investor Menanti Kebijakan Menteri Baru

54
0
BERBAGI

Aksi jual investor asing tak terkait dengan pengumuman susunan kabinet Presiden Jokowi.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak memberikan respons positif terhadap susunan Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden Joko Widodo. Bahkan, IHSG mengawali perdagangan Rabu (23/10) di zona merah setelah akhirnya ditutup menguat 0,52 persen atau 32,31 poin ke 6.257,81.

Tak cuma itu, investor asing banyak melakukan aksi jual di seluruh pasar sebesar 231,73 miliar rupiah, sedangkan pada penutupan perdagangan Selasa (22/10) aksi jual bersih investor asing sebesar 40,93 miliar rupiah. Kepala Riset PT Ekuator Swarna Sekuritas, David Nathanael Sutyanto, mengatakan aksi jual investor asing di BEI tak terkait dengan pengumuman susunan kabinet Presiden Jokowi.

Sebab, laju indeks di beberapa negara juga melemah seperti Dow Jones Index turun 0,14 persen dan Han Seng Index turun 0,82 persen. “Jadi, (net sell) bukan karena pengaruh pengumuman susunan kabinet karena Bursa lain juga merah,” katanya saat dihubungi, Rabu (23/10).

Menurut David, pelaku pasar sebenarnya menanti kebijakan yang akan dikeluarkan menteri baru. Artinya tidak banyak sentimen yang terjadi, bahkan sentimen ada berasal dari eksternal. David mengatakan, melihat aliran dana asing di pasar saham dari awal tahun sampai sekarang seharusnya investor asing optimistis dengan pasar domestik.

Saat ini pergerakan semua pasar modal sudah cenderung agak tinggi valuasinya. Sementara di Indonesia, pertumbuhan ekonomi masih cukup tinggi di atas 5 persen. Mengacu pada hal itu, pasar modal Indonesia masih cukup bagus. “Hingga akhir tahun investor asing masih cenderung dalam posisi melakukan aksi beli (net buy) namun tidak banyak,” kata David.

Sementara itu, pengamat pasar modal CSA Institute, Aria Santoso, menyatakan IHSG sudah naik dari 6.000 ke 6.200 dalam 12 hari terakhir. Jadi sangat mungkin bagi investor asing memanfaatkan momentum ini untuk melakukan profit taking jangka pendek. “Secara sentimen jangka pendek (pengumuman menteri) tidak terlalu berdampak, tetapi cukup positif saat ini.

Masih perlu waktu untuk membuktikan kinerja kabinet ke depan,” kata Aria. Aria memperkirakan, aksi ambil untung oleh investor asing bisa berlangsung sampai akhir Oktober. Ini berarti investor asing akan cenderung lebih banyak melakukan aksi jual ketimbang aksi beli. Sementara ini sentimen dari internal lebih berpengaruh daripada global. “Investor asing masih optimis,” kata Aria.

Saham Erick Anjlok

Sementara itu, terpilihnya pengusaha Erick Thohir menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak memberikan sentimen positif terhadap saham PT Visi Media Asia Tbk (ABBA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).

Diketahui, sesaat setelah pelantikan, respons pasar terhadap saham dengan kode ABBA, MARI, dan MDIA cenderung melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga saham ABBA yang dibuka pada pukul 09.00 WIB sebesar 200 rupiah per lembar. Namun, langsung merosot ke level 197 rupiah per lembar, terkoreksi 3 poin atau 1,5 persen pada pukul 10.25 WIB. 

Ant/yni/AR-2