Beranda Nasional IRT Banda Alam Ditipu Penjual Karpet Online

IRT Banda Alam Ditipu Penjual Karpet Online

449
0
BERBAGI

Selasa, 11 April 2017 16:18 WIB

IDI – Ny RD (25), seorang ibu rumah tangga (IRT) dari Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, tertipu oleh penjualan karpet secara online yang dipasrkan melalui facebook. Wanita muda itu mengaku mengalami kerugian Rp 1,5 juta.

Korban yang dikonfirmasi, Senin (10/4) mengatakan, ia mengetahui dirinya tertipu oleh penjual karpet online, setelah tiga hari paska ia mengirim uang Rp 1,5 juta ke nomor rekening BRI pemilik akun FB Maria Grosir Karpet. Namun belakangan, barang yang dipesan tidak sampai seperti yang dijanjikan. “Kemudian saya mengirimkan pesan dengan bertanya kepada Maria Grosir Karpet kapan barangnya sampai via messenger. Tapi muncul kalimat saat ini tidak menerima pesan dari anda, saat itulah saya sadar bahwa saya telah ditipu,” ungkap RD.

Sebelumnya, jelas RD, 31 Maret 2017, akun Fb Maria Grosir Karpet yang beralamat di Jakarta itu mengirimkan pesan promo karpet karakter beli 3 set free 1 set dan free ongkos kirim ke seluruh Indonesia via messenger di akun media sosial Facebook.

Karena tergiur motif dan kualitas bagus serta murah, jelas RD, sehingga ia tertarik memesan dengan rencana akan dijual kembali. Dan dijanjikan barang pesanan tiba tiga hari setelah uang dikirim.

Setelah sempat terjadi negosiasi, jelas RD, ia memesan 4 set karpet dan diberikan bonus 2 set dengan harga Rp 3 juta. Dan disepakati uang dikirim Rp 1,5 juta lebih dulu.

Uang Rp 1,5 juta itu, jelas RD, ia kirim dua tahap di hari yang sama pada Minggu 2 April 2017. Pertama dikirim 1 juta, kedua dikirim Rp 500 ribu. “Uang saya kirim ke nomor rekening BRI atas nama Maria dengan nomor rekening : 563801013396539. Ternyata tiga hari setelah saya kirim barang tak sampai dan akun FB saya diblokir,” jelas RD.

Menurut RD, korban penipuan penjual karpet online dengan nama aku FB Maria Grosir Karpet ini tidak hanya dirinya, tapi ada sejumlah korban lainnya. “Saya imbau kepada teman-teman hati-hati dan jangan mudah percaya dengan distributor penjualan online. Lebih baik minta dulu foto kopi KTP dan sesuaikan fotonya dan alamatnya, kalau tidak sesuai berarti penipuan,” jelas RD, seraya mengaku yang telah mengambil hikmah dari kejadian yang menimpanya.(c49)