Beranda Nasional Kelompok Tani Jaksel Panen Produk Pertanian

Kelompok Tani Jaksel Panen Produk Pertanian

65
0
BERBAGI

JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Selatan melaksanakan panen serentak produk pertanian dan perikanan yang dikembangkan oleh sejumlah kelompok tani di seluruh kecamatan, selama masa pandemi Covid-19, Senin (30/11).

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali beserta Ketua PKK Jaksel, Komariah Marullah dan jajarannya, memimpin jalannya panen ikan lele yang dibudidayakan oleh masyarakat Kelompok Mina Simprung Amanah di Jalan Simprung, Kebayoran Lama.

“Kegiatan ini merupakan pengembangbiakan ikan, spesifiknya ialah ikan lele. Di sini merupakan kawasan yang sangat baik, di dalam terdapat masyarakat begitu kreatif dan inovatif untuk meningkatkan dan memanfaatkan ketahanan pangan dan juga gizi,” kata Marullah.

Marullah menyebutkan, budi daya ikan lele adalah salah satu dari contoh lainnya untuk mencontoh ide-ide yang lebih kreatif di masa pandemi.

Ada beberapa contoh budidaya ikan untuk masyarakat urban seperti yang sudah ada di Jakarta Selatan saat ini antara lain, Budi Damber dan Aquaponik.

“Di masa pandemi ini mudah-mudahan masyarakat da­pat terbantu kondisi ekonominya, dan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak anak dengan mengkonsumsi ikan, terlebih hasilnya berasal dari budidaya secara mandiri yang jauh lebih sehat,” kata Marullah.

Panen serentak berlangsung di setiap kecamatan yang ada di Jakarta Selatan, seperti Kecamatan Tebet, Kecamatan Jagakarsa dan Kecamatan Pasar Minggu.

Panen serentak di Kecamatan Pasar Minggu berlangsung di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) diikuti oleh unsur musyawarah pimpinan kecamatan serta masyarakat tani di wilayah tersebut.

Panen Jakarta

Di Kecamatan Pasar Minggu sendiri, ada enam lokasi panen, yakni dua lokasi di Kelurahan Ragunan, dua lokasi di Kelurahan Kebagusan dan di RPTRA Seruni.

Sayuran dan buah-buahan yang dipanen tersebut adalah tanaman yang ditanam oleh masyarakat dan kelompok tani binaan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KPPP) sejak tiga minggu yang lalu.

“Produk pertanian yang dihasilkan menggunakan teknik penanam konvensional, tidak menggunakan pestisida, tidak pupuk buatan, hanya menggunakan pupuk kandang,” kata Oerip. n Ant/P-5