Beranda Nasional Ketidakpastian di Pasar Global Masih Tinggi

Ketidakpastian di Pasar Global Masih Tinggi

36
0
BERBAGI

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menilai ketidakpastian di pasar keuangan global ma­sih tinggi karena dipengaruhi isu geopolitik Tiongkok-AS, Tiongkok-India, dan di Ing­gris. Perkembangan itu ber­pengaruh terhadap menurun­nya aliran modal ke negara berkembang, kecuali Tiong­kok, dan berdampak pada ber­lanjutnya tekanan mata uang di berbagai negara tersebut, termasuk Indonesia.

Gubernur BI, Perry Warji­yo, dalam video conference-nya saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Guber­nur di Jakarta, Kamis (17/9), mengatakan meskipun keti­dakpastian pasar keuangan global masih tinggi, namun perekonomian dunia secara bertahap mulai membaik yang didorong perbaikan per­tumbuhan ekonomi di Tiong­kok dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan kinerja perekono­mian Eropa, Jepang, dan India belum kuat.

“Perkembangan positif di Tiongkok dan AS sejalan den­gan melandainya penyebaran Covid-19 yang mendorong meningkatnya mobilitas ma­syarakat global ke level ekuilib­rium normal baru dan dampak stimulus moneter dan fiskal yang cukup besar,” kata Perry.

Sejumlah indikator dini pada Agustus 2020 mengin­dikasikan prospek positif pemulihan ekonomi global, seperti meningkatnya mo­bilitas, berlanjutnya ekspansi PMI manufaktur dan jasa di AS dan Tiongkok, serta nai­knya beberapa indikator kon­sumsi. Perekonomian global yang membaik itu mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komodi­tas global di semester II 2020, yang berpotensi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

“Berlanjutnya peningkatan ekspor di berbagai negara dan indeks kontainer logistik global mengindikasikan per­baikan aktivitas perdagangan dunia pada triwulan III 2020,” kata Perry.

Lebih lanj ut dikatakan, perekonomian domestik se­cara perlahan juga membaik, meskipun masih terbatas se­jalan mobilitas masyarakat yang melandai pada Agustus 2020. Kinerja ekspor membaik sejalan kenaikan permintaan global, khususnya dari AS dan Tiongkok untuk beberapa komoditas seperti besi dan baja, pulp, dan waste paper, serta CPO. n bud/P-4