Beranda Nasional Korban Penipuan TNI Gadungan Terus Bertambah

Korban Penipuan TNI Gadungan Terus Bertambah

396
0
BERBAGI

Senin, 30 Januari 2017 15:17 WIB

* Total Kerugian Korban Sudah Mencapai Rp 50 Juta

LHOKSEUMAWE – Sampai Minggu (29/1), penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Sakti Lhokseumawe telah menerima delapan laporan dari para korban penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI gadungan berinisial YD (31), warga Syamtalira Aron, Aceh Utara. Total kerugian kedelapan pelapor mencapai mencapai Rp 40 juta lebih.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Banda Sakti Lhokseumawe mengamankan seorang TNI gadungan berinisial YD (31) asal Syamtalira Aron, Aceh Utara, Rabu (25/1) sore. Dia ditangkap setelah menipu dua korbannya dengan mengambil 15 mayam emas dan satu unit handphone.

Korban pertama MZ (25), warga Lhokseumawe dengan kerugian 15 mayam emas. Korban kedua, MF (20), yang juga warga Lhokseumawe dengan kerugian satu unit handphone.

Pelaksana Harian Kapolsek Banda Sakti Ipda Zahabi, menjelaskan setelah muncul berita ini di berbagai media, sejumlah warga yang merasa pernah ditipu oleh oknum TNI gadungan tersebut mendatangi Poslek.

“Saat masyarakat datang kami memperlihatkan tersangka. Ketika dipastikan memang dia yang melakukannya, langsung warga tersebut membuat laporan,” katanya.

Jadi, enam korban lainnya yang sudah resmi melapor, yakni NA (36) warga Syamtalira Bayu, Aceh Utara, YU (33) warga Muara Dua, Lhokseumawe.

Selain itu, AI (48) warga Muara Dua, Lhokseumawe, MA (34) warga Muara Dua, Lhokseumawe, NU (37) warga Dewantara, dan SY (44) warga Samudera, Aceh Utara.

“Dari enam korban yang baru melapor ini, modusnya sama. Tersangka mengambil emas para korban, sehingga bila ditotalkan ada kerugian korban sekitar 38 juta rupiah lebih. Jadi bila ditambahkan dengan kerugian dua korban yang telah mebuat laporan duluan, maka keseluruhanya sudah mencapai 50 juta lebih,” ujarnya.

Selain enam korban tersebut, menurut Zahabi, ada juga datang dua penjual ayam ke Polsek. Saat melihat tersangka, keduanya juga mengaku pernah ditipu oleh tersangka masing-masing 15 ekor ayam. Namun sejauh ini kedua penjual ayam tersebut belum melaporkan secara resmi ke Polsek. “kami menunggu saja, apakah masih ada korban  lainnya yang melapor atau tidak,” demikian Zahabi.(bah)