Beranda Nasional Mayoritas Dosen di Indonesia Hanya Lulusan S-1

Mayoritas Dosen di Indonesia Hanya Lulusan S-1

154
0
BERBAGI

JAKARTA – Indonesia bakal mengalami krisis dosen karena berbagai persoalan. Persoalan itu di antaranya masih banyaknya dosen yang sarjana, kemudian jumlah doktor dan guru besar yang masih kurang dari batas minimal, serta sekitar 6.000 dosen akan pensiun hingga 2021. Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ali Ghufron Mukhti, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/6).

Ia menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen, sejak 10 tahun sejak disahkan maka tidak ada lagi dosen yang berpendidikan sarjana atau minimal pascasarjana. Namun kenyataannya, jumlah dosen yang masih sarjana masih mencapai 34.393 dosen. Sementara itu, dosen yang berpendidikan doktor juga masih sekitar 25.000 orang, padahal paling tidak jumlah doktor sebanyak 30.000. “Jumlah guru besar juga masih sedikit, hanya 6.000 orang.

Idealnya 22.000 guru besar,” papar dia. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut dengan melakukan berbagai langkah yakni mempercepat proses pengurusan guru besar yang sebelumnya membutuhkan waktu dua tahun, menjadi dua bulan saja. Kemudian memberikan beberapa beasiswa untuk mengatasi persoalan pendidikan dosen. Kemristekdikti meluncurkan tiga beasiswa yang diperuntukkan bagi para dosen. cit/E-3