Beranda Nasional Pelajar Penjual Somai Meninggal di Ruang ICU

Pelajar Penjual Somai Meninggal di Ruang ICU

336
0
BERBAGI

Selasa, 31 Januari 2017 15:35 WIB

* Koma Setelah Ditabrak Avanza

LHOKSUKON – Muhammad Irham (17), pelajar asal Meunasah Asan, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, meninggal dalam kondisi komadi ruang ICU Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Aceh Utara, Minggu (29/1), sekira pukul 20.00 WIB. Penjual somai keliling itu mulai koma setelah becak motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil Toyota Avanza yang disopiri Edi Irwansyah (48), asal Medan, di kawasan Jalan Nasional, Desa Beurandang, Kecamatan Syamtalira Bayu, Jumat (27/1) malam.

Pihak keluarga menduga, korban meninggal karena pelayanan buruk di RSU Cut Meutia. Pasalnya, selama korban masuk, tidak pernah ditangani dokter spesialias saraf dengan alasan Sabtu dan Minggu hari libur. Korban hanya ditangani dokter umum.

“Kalau dokter hanya beralasan karena hari libur tidak boleh masuk, artinya kami masyarakat miskin dilarang sakit atau koma pada hari Minggu dan libur. Kami kecewa dengan pelayanan di rumah sakit itu. Karena itu, Pemkab Aceh Utara harus meninjau kembali penempatan dokter di rumah sakit itu,” ujar Saiful Bahri, keluarga korban asal Tanah Luas kepada Prohaba, kemarin.

Menurut dia, seharusnya rumah sakit itu bisa membuat piket untuk dokter spesialis, sehingga tidak sampai kosong dokter pada hari libur. “Kami pun kalau ada pilihan juga tidak ingin sakit pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk itu kami berharap Pemkab segera mencari solusi atas persoalan tersebut, sehingga tidak terjadi pasien lain. Atau membangun rumah sakit khusus Sabtu dan Minggu,” katanya.

Dia menambahkan, korban mulai koma sampai meninggal di ruang ICU. Selama di ruang itu, korban hanya ditangani dokter umum.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan RSU Cut Meutia, dr Mukti menyebutkan, memang korban ditangani dokter umum karena dokter spesialis tidak masuk pada Sabtu dan Minggu. Namun, dokter umum tersebut tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis dalam memberi perawatan terhadap pasien.

“Jadi, tidak lepas begitu saja, tetap ada komunikasi. Berdasarkan data dari Unit Gawat Darurat sampai ke ruang ICU, korban memang mengalami penurunan kesadaran berat. Karena itu, dia mengalami pendarahan hebat di bagian kepala. Dokter yang menanganinya sudah berupaya semakimal mungkin,” pungkas dr Mukti.(jaf)