Beranda Nasional Pemakaman Fidel Castro Terancam Tak Dihadiri Pemimpin Negara

Pemakaman Fidel Castro Terancam Tak Dihadiri Pemimpin Negara

448
0
BERBAGI

Pemakanan mantan Presiden Kuba, Fidel Castro, yang akan diselenggarakan di Havana pada 4 Desember mendatang diperkirakan tidak akan dihadiri oleh beberapa pemimpin negara besar. Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Perdana Menteri Inggris Theresa May sudah memutuskan tidak akan menghadiri pemakaman ikon revolusi Kuba itu.

Selain ketiga pemimpin itu, Presiden Amerika Serikat yang sebentar lagi lengser pun, Barack Obama, juga telah memutuskan tidak akan hadir pada acara penghormatan terakhir pemimpin Kuba selama 32 tahun itu, meskipun Obama pernah melakukan kunjungan bersejarah ke Kuba awal 2016 lalu sebagai tanda pemulihan hubungan diplomatik kedua negara.

Melansir The Guardian, kehadiran para pemimpin negara ini biasanya diwakilkan oleh para politikus serta diplomat senior masing-masing negara untuk menghadiri pemakaman pemimpin/tokoh negara. Sejumlah negara, terlepas dari negara Amerika Latin dengan pemerintah sayap kirinya, telah mengutus delegasi dengan peringkat menengah untuk menghadiri upacara pemakaman Castro. 

Menghadiri suatu pemakaman tokoh penting negara merupakan langkah diplomatik penting dan bentuk penghormatan suatu negara pada negara lain. Dalam hal ini, Rusia telah menunjuk Vyacheslav Volodin, seorang politikus Rusia yang juga merupakan ajudan Putin untuk mewakili Putin di acara pemakaman awal Desember nanti. Ketua Majelis Parlemen Rusia ini akan memimpin delegasi negaranya di upacara pemakaman nanti. 

Langkah Putin mengutus Volodin ini menggarisbawahi bahwa Moskow tidak lagi menganggap Kuba sebagai negara klien. Saat ini, Rusia terfokus memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, Asia, dan Eropa Tengah. Sementara itu, pada awal pekan kantor kepresidenan Kanada telah memutuskan bahwa Trudeau tidak akan menghadiri pemakanaman Castro, walaupun Castro sendiri sebelumnya menghadiri pemakaman ayah Justin Trudeau, Pierre Trudeau.

Justin Trudeau tengah mendapat kritikan luas karena memuji Castro dengan menyebutnya sebagai “pemimpin yang luar biasa.” Mewakili Trudeau dan Ratu Elizabeth, Gubernur Jenderal Kanada, David Johnston akan diutus Kanada untuk menghadiri acara pemakaman. Pemerintah Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan mengenai perwakilan negaranya yang akan menghadiri pemakaman itu.

Menteri Luar negeri AS John kerry sejauh ini baru menyatakan pernyataan rasa berbelasungkawa atas kematian Castro. “Kami (AS) menyampaikan belasungkawa pada rakyat Kuba saat ini yang sedang berduka atas meninggalnya Fidel Castro. Selama lebih dari setengah abad, Castro memainkan peran dalam hidup warga Kuba, bahkan turut mempengaruhi tatanan regional dan juga hubungan global,” ungkap Kerry.

Beberapa pemimpin Partai Republik memperkirakan Obama tidak pergi ke Havana. Mantan kandidat Menlu AS, Newt Gingrich, telah memperingatkan Obama, wakil presiden Joe Biden, dan Kerry untuk tidak menghadiri pemakaman Castro yang ia nilai sebagai seorang pemimpin tiran. “Tidak ada keharusan Presiden Obama dan Wakil Presiden Biden atau Kerry untuk pergi ke Kuba menghadiri pemakaman Castro. Dia seorang Tiran,” kata Gingrich dikutip dari akun twitter resminya.

Pemerintah Inggris juga menyatakan tidak memungkinkan untuk mengutus Menlu Boris Johnson akan menghadiri pemakanaman Castro. Inggris memilih wakil menlu Sir Alan Duncan untuk hadir pada upacara penghormatan terakhir itu. Presiden Irlandia, Michael D Higgins pun dikritik masyarakatnya karena telah menandatangani buku belasungkawa kematian castro di Dublin tanpa menyinggung pelanggaran HAM yang pernah dilakukannya. Higgins nampaknya juga tidak akan menghadiri pemakaman Castro.

Meski begitu, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dan Menlu Argentina Susana Malcorra diperkirakan akan hadir dalam pemakaman ikon revolusi Kuba tersebut. 

LOGIN untuk mengomentari.