in

Pentingnya Niat Ikhlas dalam Belajar

Oleh: Iswadi Arsyad

Dalam menuntut ilmu hal yang pertama kali sebelum me­langkah hendaknya kita berusaha selalu mengikhlaskan niat. Niat itu sebagaimana telah jelas adalah fak­tor penentu diterimanya sebuah amalan.

Sebuah ilmu yang kita pelajari merupakan ibadah, amalan yang mu­lia, maka sudah barang tentu butuh niat yang ikhlas dalam menjalaninya. Allah SWT sendiri telah memperingatkan kita tentang keikhlasan dalam beramal sebagaimana disebutkan dalam ayat berbunyi:

“…supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus… (QS. al-Bayyinah [98]: 5)

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:”Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk membantah orang bodoh, atau berbangga dihadapan ulama atau mencari perhatian manusia, maka dia masuk neraka. (HR. Ibnu Majah 253,)

Pernah suatu waktu Imam ad-Daruqutni berkata: “Dahulu kami menuntut ilmu untuk selain Allah, akan tetapi ilmu itu enggan kecuali untuk Allah.” (Tadzkiratus Sami lihat Ma’alim fi Tharicj Thalibil llmihal. 20)

Niat yang ikhlas karena ALLah SWT juga mendapat perhatian Imam asy-Syaukani, dan ia berkata: “Pertama kali yang wajib bagi seorang penuntut ilmu adalah meluruskan niatnya. Hendaklah yang tergambar dari perkara yang ia kehendaki adalah syariat Allah, yang dengannya diturunkan para Rasul dan al-Kitab. Hendaklah penuntut ilmu membersihkan dirinya dari tujuan-tujuan duniawi atau karena ingin mencapai kemuliaan, kepemimpinan dan Iain-lain. Ilmu ini mulia, tidak menerima selainnya.” (Adabut Thlab wa Muntaha al-Arab hal. 21)

Ibnu Jama’ah al-Kinani berkata: “Hendaklah penuntut ilmu mendahulukan pandangannya, istikharah kepada Allah untuk memilih kepada siapa dia berguru. Hendaklah dia memilih guru yang benar-benar ahli, benar-benar lembut dan terjaga kehormatannya. Hendaklah murid memilih guru yang paling bagus dalam mengajar dan paling ba­gus dalam memberi pemahaman. Janganlah dia berguru kepada orang yang sedikit sifat wara’nya atau agamanya atau tidak punya akhlak yang bagus.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim hal. 86)

Iswadi Arsyad, Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga

Komentar

What do you think?

Written by virgo

Komitmen Pemerintah Cegah Kekerasan Pada Anak

Bireuen, Irwandi Yusuf – Saifannur dan Kampanye Balak 6