Beranda Nasional PLN Alokasikan Dana Kompensasi “Blackout” 839 Miliar Rupiah

PLN Alokasikan Dana Kompensasi “Blackout” 839 Miliar Rupiah

256
0
BERBAGI

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan memberikan kom­pensasi kepada pelanggan di Jabodetabek, Banten, sebagian Jawa Barat yang terkena dam­pak pemadaman listrik massal (blackout) pada Minggu (4/8).

Hal itu disampaikan Pelak­sana Tugas (Plt) Direktur Uta­ma PLN, Sripeni Inten Cahyani, usai bertemu dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusan­tara I, Kompleks Parlemen, Se­nayan, Jakarta, Selasa (6/8).

Sripeni mengatakan to­tal kompensasi yang harus dibayarkan PLN sebesar 839 miliar rupiah untuk 21,9 juta pelanggan terdampak.

Ia menyebut bahwa be­saran kompensasi sudah diatur oleh pemerintah melalui Per­aturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 dan PLN sudah menghitungnya sesuai dengan ketentuan tersebut. “Kalau di Permen itu sudah ada per­aturannya bagi pelanggan yang subsidi maka akan dikenakan diskon 20 persen dari biaya be­ban, dan kemudian pelanggan nonsubsidi sebesar 35 persen dari biaya beban. Dan itu su­dah diperhitungkan sebagai pengurang pada tagihan perio­de bulan Agustus,” jelasnya.

Direktur Pengadaan Strategis PLN, Djoko Raharjo Abumanan, menambahkan, anggaran kom­pensasi akan diambil dari inter­nal perusahaan melalui pemo­tongan gaji seluruh pegawai PLN yang tercatat sebanyak 40 ribu pegawai di seluruh Indonesia.

Djoko menyampaikan ke­bijakan itu diambil guna men­jaga keuangan perusahaan agar tidak negatif. “Makanya harus hemat lagi, gaji pegawai kuran­gi, kira-kira begitu,” ujarnya.

Menurut Djoko, kebijak­an pemotongan gaji pegawai perusahaan diambil lantaran PLN tidak boleh menggunakan dana APBN untuk kompensasi. “Kalau dari APBN ditangkap, enggak boleh. APBN itu untuk investasi. Subsidi itu dari ope­rasi,” ucap Djoko.

Djoko menjelaskan, pegawai PLN memiliki dua penghasil­an, yakni P1 atau gaji dasar dan P2 atau semacam intensif ber­dasarkan kinerja. “P2 ini kalau berprestasi, kalau enggak, ya enggak dikasih. Kalau kaya gini nih, kemungkinan kena semua pegawai. Enggak ngebul satu se­mester berikutnya,” kata Djoko.

Investigasi Menyeluruh

Pada kesempatan itu, Srip­eni menyatakan PLN akan melakukan investigasi menye­luruh tentang terjadinya pema­daman listrik massal.

“Kami sampaikan kepada Komisi VII DPR RI bahwa kami memohon waktu untuk me­lakukan langkah asesmen atau investigasi. Dan kami sepakat untuk melaporkan hasil-hasil investigasi ini secara berkala kepada Komisi VII,” ujarnya.

Sripeni mengungkapkan sudah menyusun program ke­andalan dan keamanan. Jadi, keandalan jaringan sistem Jawa- Bali. Dari pembangkit, transmi­si, maupun terkait dengan sam­pai ke pelanggan,” terangnya.

Sementara itu, anggota Ko­misi VII DPR RI, Maman Abdur­rahman, menjelaskan telah me­nyepakati tiga hal bersama PLN. Pertama, meminta PLN melaku­kan investigasi menyeluruh. Kedua, antisipasi kompensasi terhadap masyarakat. Ketiga, pembenahan jangka panjang. tri/AR-2