Beranda Nasional Rumah Nelayan Terbakar

Rumah Nelayan Terbakar

46
0
BERBAGI

Minggu, 31 Maret 2019 10:46 WIB

SIGLI – Rumah panggung milik Nasir (45), warga Gampong Geunteng Timur, Kecamatan Batee, Pidie, Sabtu (30/3) sekitar pukul 08.00 WIB, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun semua barang milik korban ludes dilalap api.

Rumah ukuran 4×6 meter berkonstruksi kayu dan beratap daun rumbia tersebut selama ini dihuni Nasir bersama istrinya Mariani Johan (35) serta dua anak mereka Alfin (7) dan Aqifa Naila (3). 

Sehari-hari, Nasir bekerja sebagai nelayan, sementara istrinya bekerja sebagai pengrajin tikar pandan.

Saat kejadian itu, Nasir sedang memberi makan ternak di luar yang berjarak sekitar enam meter dari rumahnya. Sementara istrinya sedang memasak air di dapur. Anak sulung mereka berada dalam kamar sedang memakai baju hendak ke sekolah. Sedangkan Aqifa sedang bermain di dekat kamar mandi di luar rumah.

Nasir yang ditemui Serambi, di lokasi kemarin sekitar pukul 10.30 WIB, mengatakan, kebakaran itu akibat meledaknya tabung gas isi 3 kilogram (kg) karena diduga selangnya bocor saat istrinyasedang masak air.

Tiba-tiba, menurut Nasir, api langsung menyambar perabotan hingga seisi rumah terbakar. Tidak ada barang bisa diselamatkan. “Rumah habis terbakar dan barang-barang juga ludes,” ujar Nasir dengan mata berkaca-kaca. Warga sekitar membantu memadamkan api dengan cara menyiram rumah tersebut bersama-sama. Api akhirnya berhasil dipadamkan, namun semua isi rumah tersebut ludes terbakar.

Peristiwa itu menyisakan kesedihan dan trauma bagi Nasir (45) dan keluarga. “Kami masih trauma, tak ada barang berhasil diselamatkan kecuali satu sepeda motor jenis Honda Vario. Yang lain mulai pakaian, televisi, piring, surat BPJS, dan kartu PKH semua hangus jadi arang,” kisah Mariani dengan air mata berlinang. Dikatakan, ia dan keluarganya belum tahu akan tinggal dimana setelah musibah tersebut.

Saat itu, kata Mariani, ia sedang memasak air dan menyiapkan sarapan pagi. Kemudian, ia mendengar Aqifa yang sedang bermain di luar rumah, menangis. Karena itu, ia keluar untuk melihat anaknya. Tiba-tiba dari dalam rumah, Alfin yang sedang memakai baju seragam sekolah berteriak “Mak, api… api,” kisah Mariani.

Dalam sekejap, sambungnya, api membubung tinggi. Alfin berhasil selamat karena ia langsung lari ke luar sebelum api menguasai bagian depan rumahnya. Hingga pukul 10.30 WIB kemarin, korban mengaku belum menerima bantuan apapun. Saat Serambi di lokasi, hanya ada petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang datang.(aya)