Beranda Nasional Seekor Sapi Mati Terpanggang

Seekor Sapi Mati Terpanggang

55
0
BERBAGI

Minggu, 18 Oktober 2020 15:27 WIB

* Rumah dan Kebun Serai Juga Terbakar

 

KOTA JANTHO – Seekor sapi
milik Sofian, warga Aneuk Galong Baro, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Sabtu
(17/10/2020) mati terpanggang. Api menjalar dengan cepat dan melumat kandang
ternak yang terbuat dari kayu itu, termasuk seekor sapi di dalamnya yang tak
bisa diselamatkan pemiliknya.

 

Informasi itu diungkapkan
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh
Besar, Farhan AP melalui Personel Pusdalops, Maswani, kemarin. Dikatakan,
petugas pemadam BPBD Aceh Besar dari Pos Induk Sibreh langsung bergerak ke
lokasi sesaat menerima informasi kebakaran kandang ternak tersebut.

 

Saat petugas tiba di lokasi,
sebagian besar kandang sapi sudah terbakar. Petugas pemadam dengan sigap
menyiram kandang tersebut hingga api padam, lalu dilanjutkan dengan
pendinginan. “Setelah api dipadamkan, barulah petugas menemukan seekor
sapi milik korban yang sudah mati di dalam kandang,” ujar Maswani.

 

Menurut keterangan Sofian,
pemilik sapi, selama ini ia menempatkan dua ekor sapi di dalam satu kandang. “Seekor sapi mati terbakar, sedangkan satunya lagi berhasil melepaskan
diri dari kurungan dan selamat,” ucapnya.

 

Disebutkan, api sendiri
berasal dari proses pengasapan kandang ternak di dekat TKP yang dilakukan oleh
pemilik. Saat Sofyan tengah beristirahat di rumahnya, api ditiup angin kencang
hingga menjalar ke kandang ternak tersebut.

 

Sementara itu, satu rumah
berkonstruksi papan milik Rudi (40) di Dusun Tgk Mat Den, Gampong Jabet,
Peudada, Bireuen, ludes terbakar, Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 21.10 WIB.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun rumah dan seluruh isinya
tak ada yang bisa diselamatkan.

 

Saat kebakaran terjadi, istri
Rudi, Faridah bersama dua anaknya baru saja pergi ke rumah orang tuanya yang
sedang sakit di Gampong Garot, Kecamatan Peudada.Sedangkan  suaminya tidak sudah pergi ke luar daerah.

 

Baru beberapa menit tiba di
rumah orang tuanya, Faridah menerima telepon dari tetangga yang mengabari
rumahnya terbakar. “Buru-buru pulang dan sampai di rumah, rumah dan isinya
habis terbakar,” ujarnya.

 

Amatan ProHaba, pada
pertapakan rumah sudah rata dengan tanah. Beberapa petugas dari Damkar Bireuen
setelah proses pendinginan ikut mengais sisa kebakaran untuk mencari sesuatu
yang berharga, namun tak ada yang tersisa. “Sudah habis semua dan tidak
ada yang dapat diselamatkan saat musibah terjadi,” ujar Yusrizal, Keuchik
Gampong Jabet.

 

Keuchik Yusrizal mengaku tidak
mengetahui dari mana asal api. Sebab saat itu keuchik dan sejumlah warga baru
pulang dari kegiatan kenduri di Jeunieb.

 

Sementara itu, Kadis Sosial
Bireuen, Mulyadi SE MM melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial
mengatakan, rumah sederhana berkontruksi papan dan atap rumbia itu tak bisa
diselamatkan.

 

Kapolres Bireuen AKBP Taufik
Hidayat SH SIK MSi melalui Kapolsek Peudada Iptu

Mukhlis di lokasi kejadian
mengatakan, pihaknya masih menyelidiki asal sumber api.

 

Seorang petugas Damkar
Bireuen, Farhan yang  didampingi Komandan
Regu A Pos Pemadam Simpang Mamplam, Azwar M Nasir mengatakan, tiga armada
dikerahkan dari Bireuen dan dua lagi dari Pos Simpang Mamplam. Namun saat tiba
di lokasi, rumah korban tidak dapat diselamatkan lagi.

 

Selain itu, kebakaran hutan
dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener
Meriah, Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 10.24 WIB. Kali ini yang terbakar
merupakan lahan serai dan kebun kopi di Kampung Menderek. Tim BPBD Bener Meriah
menurunkan satu mobil pemadam kebakaran Pos Singa Mulo ke lokasi kebakaran.
Selain menggunakan mobil pemadam kebakaran, petugas BPBD Bener Meriah juga
melakukan pemadaman api secara manual.

 

Kalak BPBD Kabupaten Bener
Meriah, Safriadi Spd Mpd melalui Kasi Pemadam Kebakaran, Rahmatullah
menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi di Kampung Menderek,
Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, sekira pukul 10.24 WIB.
Sekitar satu hektare lahan serai dan kebun kopi jenis Lampung ikut terbakar. “Lahan serai dan kebun kopi yang terbakar itu merupakan milik ibu
Juniar,” ujar Rahmatullah.(as/yus/bud)