in

Segera luncurkan “Satryo”, Ras Muhamad tuai pujian

London (ANTARA) – Musisi reggae asal Indonesia Ras Muhamad, akan segera meluncurkan album internasional keduanya yang bertajuk “Satryo” pada Agustus.

“Album  berisikan 16 lagu ini rencananya dirilis pada bulan Agustus mendatang melalui label musik Oneness-Records Munchen di Jerman,” kata Iyung kepada Antara di London, Senin.

Sebelum merilis secara resmi album barunya tersebut, Ras membagikan early copy kepada beberapa awak media musik di luar negeri agar dapat memberikan review terhadap album tersebut.

Baca juga: Ras Muhamad jadi wakil Asia di festival reggae akbar California

Baca juga: Ras Muhamad ukir sejarah musik di Jamaika

Jurnalis  dan kritikus musik majalah reggae digital ReggaeVille, Steve Topple, menyebutkan Ras Muhamad telah menciptakan proyek yang luar biasa, hingga layak mendapat tempat dalam sejarah Roots Reggae. Ras juga disebut-sebut mengubah arus sejarah reggae.

Topple menyebutkan ‘Satryo’ merupakan untaian prestasi yang tidak terduga dan ini salah satu karya yang layak menyandang predikat berprestasi tahun 2020. 

“‘Satryo’ adalah kemenangan di setiap level.  Musikalitasnya mungkin salah satu karya paling sukses tahun 2020,” tambah Topple.

Menurut Topple “Satryo” menggambarkan Ras Muhamad yang sudah paham akan jati dirinya, melalui perjalanan hidup yang panjang.

“‘Satryo’ memetakan pesan harapan bahwa sekali Anda telah menemukan diri Anda, kekuatan ada di tangan Anda,” kata Topple.

“Satryo” merupakan album internasional kedua yang dirilis Ras Muhamad setelah “Salam” yang rilis pada 2015.

Baca juga: Duet Ras Muhamad dan Gentleman di Uprising Festival Bratislava

Baca juga: Ras Muhamad goyang panggung festival di Budapest

Baca juga: Ras Muhamad tampil di Pesta Rakyat HUT RI Budapest

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

What do you think?

Written by Julliana Elora

Sunmi pilih konsep perempuan dimabuk asmara dalam lagu “Pporappippam”

Mercedes tampil dengan livery hitam musim ini untuk lawan rasisme