Beranda Nasional Sempat Hilang Diterkam Buaya, Rusli Ditemukan Meninggal

Sempat Hilang Diterkam Buaya, Rusli Ditemukan Meninggal

52
0
BERBAGI

PASBAR,METRO
Pencarian hari ketiga, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan salah seorang warga Kampung Joring, Jorong Koto Sawah, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Koto Balingka, yang hilang diterkam buaya di Sungai Batang Sikerbau, Selasa (19/1) sekitar pukul 09.20 WIB.

Saat ditemukan, korban bernama Rusli (40) dalam kondisi sudah meninggal dunia mengambang di pinggir sungai sekitar 3 Kilometer dari lokasi hilangnya korban. Parahnya, pada tubuh korban terdapat sejumlah luka yang diduga akibat gigitan buaya.

Usai ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi dari sungai oleh tim Basarnas, BPBD, TNI Polri dan masyarakat menuju rumah duka. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan pun dihentikan dan seluruh personel ditarik ke markas masing-masing.

“Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Pos SAR Pasaman Zulfahmi didampinggi, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar Decky H Sahputra.

Dikatakan Zulfahmi, jenazah korban untuk dibawa ke daratan setelah korban ditemukan meninggal dunia mengapung di pinggir sungai. Ada sejumlah bekas luka di tubuh korban.

“Tidak ada bagian tubuh korban yang hilang dan dalam kondisi utuh, tapi ada bekas luka gigitan di pinggul korban. Korban ditemukan oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar tiga kilometer arah hilir sungai dari lokasi awal hilangnya korban dalam keadaan masih pakai baju,” ungkapnya.

Zulfahmi menjelaskan, sejak mendapat informasi ada warga hilang diterkam buaya pada Minggu (171) pihaknya bersama tim BPBD, TNI, Polri dan masyarakat langsung melakukan pencarian korban.

“Pencarian terkendala air keruh sehingga tidak bisa melakukan penyelaman. Namun hari ini korban ditemukan mengapung di pinggir sungai. Korban memang diduga diterkam buaya saat mengambil wudhu bersama anaknya yang berumur empat tahun,” ujarnya.

Saat kejadian itu, anaknya langsung melaporkan peristiwa itu ke istri korban. Namun karena dianggap anak-anak dianggap seloroh saja dan ibunya terus bekerja di ladang.

“Namun setelah sekian lama korban tidak muncul baru informasi dari anak itu dipercaya dan dilaporkan ke masyarakat lain,” katanya. (end)