Beranda Nasional Suparman: Jangan Pakai Kontraktor ”Peliharaan” Pejabat

Suparman: Jangan Pakai Kontraktor ”Peliharaan” Pejabat

514
0
BERBAGI

PEMUDA, METRO–Terkait dengan rekanan kerja tidak sesuai harapan, Kadis Pekerjaan Umum Kota Padang Fitriarman Noer yang merasa kecewa dengan hasil pekerjaan evaluasi di tahun lalu. Karena banyak rekanan yang bekerja tidak mencapai target serta kualitas tidak seperti yang telah ditetapkan. Dijelaskan permasalahan lebih banyak berada pada manajemen dari perusahaan para rekanan, baik itu kontraktor maupun konsultan yang mengerjakan proyek.

Suparman

Sehubungan dengan adanya rencana Kadis PU untuk melakukan pertemuan mingguan yang intensif dengan rekanan dan penanggung jawab proyek di lapangan, salah seorang pengamat konstruksi yang juga seorang kontraktor Suparman membagi pengalamannya. Dengan harapan dapat menjadi acuan dan pertimbangan bagi kadis nantinya. Menurut pengalamannya, pekerjaan proyek yang ditenderkan biasanya yang menang adalah kontraktor yang itu ke itu saja.

”Yang notabene adalah ‘peliharaan’ pejabat. Sehingga kontraktor peliharaan tersebut tidak lagi independen bekerja. Karena banyaknya fee-fee yang harus diberikan berimbas pada pengurangan mutu sehingga pekerjaan jadi tidak beres. Kalau ingin hasil bagus, hindari kontraktor peliharaan. Tender murni saja,” tegasnya.

Suparman, Senin (16/1) menyambut baik rencana Kadis PU untuk melakukan pertemuan intensif dengan rekanan sampai ke petugas lapangan. Hal ini akan membawa pengaruh positif terhadap pekerjaan yang akan dan sedang dilakukan. Sekaligus dapat memantau mutu pekerjaan.

Hanya saja, kata pengusaha yang berasal dari Kota Solok ini berharap agar nantinya yang diundang bukan hanya kontraktor ‘peliharaan’ saja. Banyak pengusaha pribumi di Kota Padang yang hasil kerjanya sudah menasional dan berhasil juga diundang. Dipastikan pengusaha pribumi tentunya akan lebih peduli pada pembangunan kampung halamannya.

”Kadis PU harus jujur, jangan akal-akalan. Lakukan tender secara murni saja. Apalagi akan dekat pilkada. Jangan ada sogok-manyogok jika ingin hasil pekerjaan bermutu bagus,” pesan Suparman.  (pl1)