Beranda Nasional Teknisi Komputer Ditemukan Tewas Tergantung

Teknisi Komputer Ditemukan Tewas Tergantung

16
0
BERBAGI

Kamis, 14 Maret 2019 11:06 WIB

BANDA ACEH – Muhammad Khairul  (19), remaja yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi komputer, Rabu (13/3) pagi, ditemukan tewas tergantung di rumah orang tuanya Kompleks Hankam, Dusun Tgk Bak Kupula, Gampong Labui, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.  Saat ditemukan, leher korban terjerat tali dan tergantung pada kusen pintu kamar tidurnya. Temuan itu membuat sontak keluarga korban. Pasalnya, sebelum melakukan bunuh diri Khairul tidak punya masalah dalam keluarganya dan korban tak menunjukkan tanda-tanda sedang dirundung persoalan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Baitussalam, AKP Dahlan, kemarin, menjelaskan, kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kusen pintu kamar tidurnya. Dugaan itu, menurut Dahlan, didasarkan pada tak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan hasil identifikasi yang dilakukan menunjukkan pada adanya cairan sperma dan kotoran dari jasad Khairul. “Kedua ciri itulah yang menjadi dasar dan dugaan kuat kami bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ungkap Kapolsek. 

Menurut Dahlan, korban tewas tergantung pertama kali diketahui ibu kandung korban saat  hendak ke kamar mandi. Begitu melihat anak laki-lakinya tergantung dengan kondisi leher terjerat tali di pintu kamarnya, ibu kandung korban langsung membangunkan suaminya Nuryoto (51) serta anaknya yang lain yang juga tinggal di rumah tersebut. Peristiwa itu pun sontak menggemparkan warga desa setempat, hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Baitussalam. 

“Dari keterangan keluarga korban, mereka bingung dan kaget dengan peristiwa gantung diri yang dilakukan almarhum Khairul . Sebab, selama ini tidak ada masalah apapun yang terjadi antara korban dengan keluarganya. Sehingga keluarganya terlihat sangat syok dengan apa yang dilakukan korban,” kata AKP Dahlan, kepada Prohaba, Rabu (13/3).

Soal apakah korban ada persoalan di luar atau tidak hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kapolsek mengatakan, sejauh ini pihaknya masih meyelidiki hal tersebut. “Menurut keluarganya, malam itu sebelum peristiwa tersebut terjadi, korban masih bercanda dan ketawa bersama keluarganya. Bahkan, korban sempat ngobrol dengan teman-temannya. Sehingga keluarga tak menyangka korban melakukan tindakan itu,” ujarnya. 

Ditambahkan, jenazah Khairul akan dikebumikan di Meulaboh, Aceh Barat, yang merupakan tempat kelahirannya. Hal itu sesuai dengan permintaan keluarga korban dan penolakan warga Labuy yang enggan menerima jasad pemuda itu dikebumikan di desa mereka. Karena, menurut warga setempat kematian Khairul dengan cara gantung diri adalah cara yang tak wajar dan diharamkan dalam Islam. 

“Keluarga membawa jenazah korban ke Meulaboh untuk dikebumikan di sana. Dari lokasi kejadian (kamar korban-red), kami juga tak menemukan apa-apa, misalnya surat wasiat yang mungkin menerangkan mengapa dia bunuh diri atau bukti lain. Di kamarnya kami hanya mendapati barang-barang milik korban dan sejumlah CPU komputer yang selama ini diperbaiki oleh korban,” pungkas AKP Dahlan.(mir)