Beranda Nasional Terusik Suara Knalpot, Puluhan Pebalap Liar Diamuk Warga

Terusik Suara Knalpot, Puluhan Pebalap Liar Diamuk Warga

215
0
BERBAGI

Minggu (24/3) dini hari, puluhan pebalap liar yang beraksi di Jalan Basuki Rahmat ditangkap warga karena suara knalpot motor yang bising, membuat warga resah dan terganggu.

Menurut saksi, terdapat dua warga sambil memegang kayu mengungkapkan kekesalannya kepada puluhan pebalap liar pada pukul 01.00 dini hari. Sontak semua yg terlibat dalam balapan liar tersebut melarikan diri. Menurutnya, pebalap liar dan pendukungnya ini rata-rata adalah kalangan pelajar.

Salah seorang warga mengatakan bahwa aksi balap liar ini tidak terjadi sekali, dan sudah lama membuat resah warga. Karena dinilai sudah melewati batas toleransi, warga yang sudah terlalu bersabar akhirnya turun tangan. Terlebih, selama ini tidak ada penanganan tegas dari pihak kepolisian dan pemerintah setempat.

“Kami akan tertibkan pebalap liar ini dengan cara kami sendiri,” ujarnya.

Seorang saksi juga mengatakan bahwa aksi balap liar ini semakin lama semakin ramai dan diikuti remaja. Begitu juga dengan penonton yang rata-rata adalah pelajar SMP dan SMA. bahkan, tidak sedikit remaja perempuan yang ikut terlibat dalam aksi balap liar jalanan ini.

Tak hanya itu, seusai aksi balap liar ini, biasanya mereka akan mengakhiri dengan pesta miras yang juga digelar di pinggir jalan. Ia heran, mengapa anak sekolah masih berkeliaran di jalanan pada waktu dini hari yang seharusnya dipakai untuk beristirahat.

Tindakan tegas dari pemerinta dan orang tua masing-masing ini tidak berjalan semestinya dan masih terbilang acuh tak acuh.

“Jika minggu depan masih ada balap liar, kami akan bakar motor mereka di jalan ini,”tegasnya.

Sementara Kepala Humas Polres Tanjungpinang, Edi Sadono mengatakan bahwa razia balap liar ini sudah sering dilakukan sebelumnya, namun masih saja ada yang membandel tetap melakukan aksi balap liar.

Pihak Polres Tanjungpinang juga sudah menyusun strategi dalam menumpas aksi balap liar yang kian meresahkan warga setempat itu, mengenai warga yang main hakim sendiri ini, WIsnu beranggapan bahwa tindakan tersebut dinilai adalah tindakan spontan warga yang mengacam pebalap liar agar membubarkan diri.