Beranda Nasional Upayakan “Zero Accident” saat Pulang Kampung

Upayakan “Zero Accident” saat Pulang Kampung

167
0
BERBAGI

Untuk menjaga kebahagiaan saat Lebaran, warga yang dalam perjalanan mudik harus berhati-hati di jalan agar bisa menekan angka kecelakaan, kalau bisa zero accident.

BANDUNG – Para pemudik hendaknya selalu berhati-hati dalam perjalanan mudik saat hendak berlebaran bersama keluarga di kampung hala­man. Utamakan keselamatan dan cegah kecelakaan seminal mungkin selama perjalanan dan kalau bisa upayakan zero accident (tanpa kecelakaan) selama angkutan Lebaran.

“Beberapa langkah anti­sipasi yang perlu dilakukan, terkait faktor pengemudi dan kelaikan kendaraan. Yang pa­ling utama adalah keselama­tan dan kecelakaan yang harus diminimalkan, kalau bisa zero accident,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzha­nul Ulum pada apel gelar pa­sukan Operasi Ketupat Lodaya 2019, di depan Gedung Sate Bandung, Selasa ( 28/5).

Operasi ini akan digelar se­lama 13 hari mulai 29 Mei – 10 Juni 2019.

Di Jawa Barat akan diter­junkan sekitar 22.000 personel TNI, Polri, Dishub, Jasa Raha­rja, dan Dinkes. Ada tiga pos pengamanan terpadu yakni di Cikopo, Palimanan, dan Lim­bangan, serta 35 pos pe­ngamanan dan 276 pos pelayanan di seluruh Jawa Barat.

Untuk itu, Uu Ru­zhanul berharap ketika dalam per­jalanan mudik para pengemu­di dalam kondisi fisik dan batin yang baik. “Saya berharap para pengemudi itu harus benar-be­nar dalam suasana batin yang tidak terganggu pikirannya, emosionalnya,” jelasnya.

Kedua, kelaikan kendaraan. Menurut Uu Ruzhanul, kend­araan untuk mudik tidak harus baru tetapi dalam kondisi yang baik dan aman. Kalau kend­araan kondisinya sudah lama tetapi dirawat dengan baik, remnya berfungsi dengan he­bat, dan hal lain maka itu akan meminimalkan kecelakaan.

Secara khusus Uu Ruzhanul mengingatkan pada tahun ini aparatur sipil negara di Pro­vinsi Jawa Barat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas saat mudik ke kam­pung hala­man. Hal ini sesuai dengan imbauan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Ku­molo.

Rawan Macet

Sementara itu, Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, siap mengantisipasi sejum­lah titik rawan macet di jalur pantai utara pada pengaman­an arus mudik Lebaran 2019. Sejumlah titik rawan macet di pantura dimungkinkan terjadi di Sengon dan Clapar, Kecama­tan Subah karena kondisi jalan menanjak dan tikungan.

“Kondisi jalan raya di pan­tura pada Lebaran 2019 akan berbeda dengan tahun se­belumnya. Kendati demikian, kami telah menyiagakan tim pengurai jalan di sejumlah titik rawan macet,” kata Edi.

Menurut Edi, hingga kini Polres belum menetapkan re­kayasa lalu lintas karena masih menunggu perintah daerah dari Mabes Polri. Untuk rekayasa lalu lintas menunggu kebijakan Mabes Polri terkait satu arah (one way) yang akan dilakukan di Tol Cikampek hingga pintu keluar tol Brebes Barat.

Edi mengatakan rekayasa lalu lintas bergantung pada ke­padatan kendaraan saat arus mudik Lebaran nanti. Jika me­mang jalur tol tidak mampu mengcover volume kend­araan maka Polri akan mengeluarkan arus kendaraan sepanjang exit Brebes sampai Kali­kangkung, Semarang.

tgh/SM/Ant/N-3