Beranda Nasional Waktu Terbaik Amati Supermoon Langka

Waktu Terbaik Amati Supermoon Langka

240
0
BERBAGI

Hari ini, fenomena Bulan yang berada di posisi terdekat dengan Bumi dalam kurun waktu 60 tahun terakhir dipastikan akan melintasi langit Indonesia. Fenomena yang akan terjadi pada hari ini dan besok (15/11) dipastikan sudah bisa diamati sejak bulan terbit di ufuk Timur (sekitar pukul 17:39 WIB) hingga memasuki waktu Maghrib sampai terbenam di ufuk Barat. Bulan akan melintas di orbit dengan jarak 356.511 km dari Bumi. Jarak ini terhitung sebagai yang terdekat dilintasi Bulan selama mengitari Bumi sejak 1948.

Kepala Lembaga Antaraiksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena Supermoon merupakan purnama terbesar karena jarak bulan terdekat. Hal ini memungkinkan pengamatan bulan purnama bisa dilakukan dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat khusus. “Supermoon adalah purnama yang terdekat, terbesar, dan paling terang. Jadi pengamatan sama dengan pengamatan purnama umumnya sejak terbit di ufuk Timur, saat Maghrib hingga terbenam di ufuk Barat,” ucap Thomas seperti dilansir Antara.

Hasil pengamatan ini tentu memerhatikan faktor pendukung cuaca yang memungkinkan Bulan akan tampak jauh lebih terang dan lebih besar dari sebelumnya. Meski begitu, Thomas menyebut masih ada peluang untuk melihat penampakan bulan purnama meski terhalang awan. “Kalau terhalang awan tidak mungkin melihatnya. Tetapi biasanya dalam semalam suntuk akan ada peluang awan tersibak yang menampakkan purnama,” ucapnya.

Mengutip The Guardian, penampakan supermoon petang nanti akan tampak 30 persen lebih besar ketimbang penampakan bulan yang paling kecil (apogee). Dari sisi diameter supermoon akan tampak 14 persen lebih luas dari bulan normal. Sementara dari pendar cahaya yang dipantulkan, supermoon akan 30 persen lebih terang dari apogee dan 15 persen lebih terang dari bulan purnama biasa.

Selain faktor anomali cuaca, polusi cahaya kota diprediksi bisa memengaruhi kemampuan menikmati sinar supermoon. Saat berada di posisi lebih dekat dan penampakan lebih cerah, bulan akan terlihat memancarkan warna merah dan oranye. Sementara saat berada di posisi yang kian tinggi di langit, warnanya akan kembali putih atau kuning.

LOGIN untuk mengomentari.